TANJUNG REDEB – Kelangkaan Gas 3 kilogram tidak hanya terjadi di sekitar daerah perkotaan di wilayah Kabupaten Berau saja, tapi sulitnya mendapatkan tabung “melon” itu juga sempat merambah di kawasan Pesisir Selatan “Bumi Batiwakkal”.

Kelangkaan sekaligus mahalnya gas 3 kg itu diakui salah seorang warga yang membuka warung makan, yakni Gunawan, dan pedagang lainnya.

Seorang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Warung Makan Talisayan itu mengungkapkan, sempat kesulitan mencari tabung “melon”, namun kelangkaannya terjadi hanya beberapa hari saja alias tidak terlalu lama.

“Kalau sudah langka, susah sekali dapatnya. Kalaupun ada, harganya pasti tidak lagi sama. Pasti sudah lebih mahal. Bahkan, bisa menembus 45 ribu rupiah untuk satu tabung,” papar Gunawan, Jumat (5/1/2024).

“Sekarang, sudah mulai normal tabung “melon”nya. Sudah banyak yang jual,” jelasnya.

Ketika langka, sambungnya, tidak jarang warga Talisayan mencarinya ke kampung tetangga, meskipun dalam pencarian itu tidak membuahkan hasil.

“Biasanya kalau sudah langka, itu merata hampir di semua kampung,” jelasnya.

Sementara itu, Ira, salah seorang pedagang kelontong di Kecamatan Batu Putih mengaku, sudah mendapat jatah tabung “melon” dari distributor.

“Sudah masuk beberapa hari lalu. Memang sempat banyak yang nyari, karena sempat sulit,” ungkapnya.

Terkait sempat langkanya tabung melon tersebut, dia mengaku tidak mengetahui pasti. Umumnya, kelangkaan terjadi karena stok yang tidak ada dan pengiriman yang sering terlambat.

“Kalau itu pastinya kurang tahu. Kalau tabung melon seperti itu. Karena subsidi dan banyak juga dipakai. Beda dengan yng berukuran 5 kg dan 12 kg,” terangnya membandingkan. (/)

Reporter : Hendra Irawan

Editor : s4h