BERAU TERKINI – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan peran penting para tokoh dan pemuda lintas agama dalam menguatkan toleransi di Bumi Batiwakkal.
“Kunci kondusifitas kita pada peran tokoh ini. Kita harus jadi arus utama untuk membawa kedamaian,” kata Gamalis saat membuka Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Kepemimpinan yang digagas Forum Kesatuan Umat Beragama di ruang pertemuan Kantor Kementerian Agama Berau, Jumat (15/8/2025).
Gamalis menitipkan pesan agar pasca agenda tersebut, para tokoh dapat terjun ke lingkungan sosial dengan menebarkan pesan perdamaian di antara warga.
“Ini tokoh yang sudah bisa diterima semua kalangan, berikan pesan damai itu,” tuturnya.
Dewasa ini, seiring dengan pertumbuhan teknologi, pertukaran informasi di jagat maya kian masif. Bila tak teliti akan berpotensi memecah belah kelompok agama.
Oleh karenanya, Gamalis meminta kepada para tokoh dan pemuda agar dapat memberikan edukasi terhadap warga untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi informasi.
“Kalau saya sekarang baca dua tiga sumber informasi. Biar ada pembanding dari kabar yang diberitakan saat ini,” sebutnya.
Hadirnya para tokoh di tengah lingkungan masyarakat ini juga diharapkan dapat menjadi mediator atas perselisihan sosial yang terjadi. Mengutamakan pandangan yang lebih objektif dan bersikap lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi situasi.
“Bapak dan adik-adik ini harus jadi jembatan perdamaian,” sambungnya.
Semangat persatuan ini penting digalakkan dalam momentum HUT ke-80 Republik Indonesia. Hidup berdampingan dengan keragaman etnis, suku, ras dan budaya harus menjadi pemersatu warga Bumi Batiwakkal.
“Saya mengajak semua untuk membumikan nilai pancasila di setiap aspek kehidupan,” pintanya.
Ketua FKUB Berau, Datu Kesuma, menyatakan, acara tersebut merupakan wadah semua tokoh dan pemuda terpilih untuk saling menjaga dan membangun kembali tali silaturahmi.
“Selain untuk menjaga moral dan etika yang sesuai dengan ajaran agama masing-masing,” kata Datu Kesuma.
Menurutnya, yang menjadi objek penting dalam agenda tersebut adalah kaum muda.
Dia menyebut, pendidikan moral sejak dini menjadi keharusan karena kaum muda tetap harus menjaga etika dan moral di lingkungan sosialnya.
“Syukur kalau kita semua yang ada di sini bisa menjadi teladan,” sebutnya. (*/Adv)
