BERAU TERKINI — Tren konsumsi masyarakat di Kabupaten Berau tercatat terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

Lonjakan kebutuhan tersebut terjadi lantaran dipicu faktor jumlah pertumbuhan penduduk yang terus-menerus bertambah dari waktu ke waktu.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama Dinas Pangan Berau, Muhammad Arsyad, membenarkan, data kebutuhan pangan makro memang dipastikan terus meningkat seiring berjalannya waktu dan penambahan populasi penduduk yang terus terjadi secara konsisten. 

Namun, ia membeberkan sebuah fakta unik di mana angka rata-rata konsumsi pangan untuk kategori perorangan atau per kapita justru terpantau mengalami tren penurunan.

Dengan kata lain, meskipun kebutuhan pangan daerah secara akumulasi makro selalu bergerak naik, porsi konsumsi riil dari perseorangan warga di lapangan sebenarnya mengalami penciutan volume.

beras premium berau1
Beras yang dijual di ritel modern di Tanjung Redeb, Berau (BT)

“Untuk rata-rata konsumsinya ini ada penurunan. Kalau secara keseluruhan kan memang banyak karena jumlah penduduknya bertambah,” ungkap Arsyad kepada Berauterkini, Kamis (4/6/2026).

Sebagai contoh, angka rata-rata konsumsi individu pada tahun sebelumnya untuk komoditas pangan pokok jenis beras tercatat menyusut dari semula 72 kg kini menjadi 69 kg per tahun untuk setiap orang.

Penurunan yang serupa juga terpotret jelas pada sektor peternakan untuk komoditas daging sapi.

Angka data sebelumnya menunjukkan tingkat konsumsi perorangan warga mampu mencapai 0,69 kg, namun kini menyusut menjadi hanya sekitar 0,36 kg per orang dalam setahun.

“Untuk komoditas lain angka konsumsinya tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Arsyad.

Secara teknis, seluruh data statistik pangan yang dipaparkan tersebut dihimpun secara valid berdasarkan basis data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) milik Badan Pusat Statistik (BPS), yang kemudian dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pangan Nasional (BPN).

Ia menambahkan, rilis data yang ada pada tahun ini memang belum merekam performa penuh hingga akhir 2026. 

Namun, Dinas Pangan Berau sudah melakukan langkah taktis dengan memproyeksikan estimasi kebutuhan total tersebut sampai Desember mendatang.

“Itu data Berau turun untuk konsumsi per orangnya, tapi secara keseluruhannya tetap meningkat karena jumlah penduduknya bertambah,” pungkas Arsyad. (*)