BERAU TERKINI – Berikut ini sejumlah fakta yang diketahui dari ledakan di Sambaliung, Berau.

Ledakan keras dan diikuti oleh asap tebal menggegerkan warga Sambaliung, Berau pada Rabu (29/7/2026) pagi.

Lokasi ledakan keras dan diikuti oleh asap tebal itu diduga berada di area PT Kertas Nusantara di Kecamatan Sambaliung, Berau.

Bahkan dentuman ledakan yang keras itu terdengar hingga Kampung Pilanjau, Kampung Pesayan, dan Kampung Sukan Tengah.

Belakangan diketahui, lokasi ledakan berada di area penampungan sampah milik PT Kertas Nusantara dan bukan di dalam area pabrik kertas.

Area penampungan sampah sementara milik PT Kertas Nusantara yang terbakar dan menyebabkan dentuman keras ke area sekitar pada Rabu (29/7/2026). (IST)
Area penampungan sampah sementara milik PT Kertas Nusantara yang terbakar dan menyebabkan dentuman keras ke area sekitar pada Rabu (29/7/2026). (IST)

Pihak perusahaan menduga, ledakan terjadi karena adanya proses oksidasi material batu kapur yang tercampur limbah B3.

“Dugaan sementara, batu kapur tersebut mengalami oksidasi atau bercampur dengan limbah lainnya,” kata Humas PT Kertas Nusantara, Penny Isdhan Tommy kepada Berauterkini.co.id

“Namun yang dapat kami pastikan, itu bukan limbah B3 maupun cairan kimia yang menyebabkan ledakan,” jelasnya.

Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut. Adapun lokasi ledakan merupakan bekas workshop yang sudah tidak digunakan.

“Bangunan itu sekarang difungsikan sebagai gudang penyimpanan sementara sampah non-B3. Itu yang terbakar seperti yang terlihat di video. Kami juga masih terus lakukan investigasi di lapangan,” jelasnya.

“Tidak ada korban jiwa, tidak ada kerugian apa pun yang dialami perusahaan. Aktivitas operasional juga tidak terganggu, karena memang lokasinya sangat terisolasi,” jelasnya.

Asap tebal membubung tinggi di Sambaliung, Berau (Ist)
Asap tebal membubung tinggi di Sambaliung, Berau (Ist)

Sebelumnya, Kapolsek Sambaliung, Iptu Agus Riadi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Pihaknya langsung mengerahkan personel untuk melakukan pengecekan di lokasi, guna memastikan kondisi sebenarnya.

“Korban akibat ledakan informasinya tidak ada,” kata Iptu Agus Riadi.

“Anggota sudah saya perintahkan menuju lokasi, namun tetap berhati-hati karena kawasan tersebut merupakan objek vital nasional (Obvitnas),” jelasnya.