BERAU TERKINI – Komitmen PT Berau Coal dalam mendukung pelestarian budaya lokal kembali diwujudkan melalui partisipasinya pada Festival Adat Bekudung Betiung 2026 yang digelar di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung.

Bersama mitra kerja, perusahaan memberikan dukungan baik secara material maupun nonmaterial demi menyukseskan festival budaya tahunan yang tahun ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak.

Dukungan dunia usaha terhadap pelestarian budaya tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Berau, Gamalis.

Menurutnya, Festival Bekudung Betiung memiliki potensi besar menjadi agenda budaya berskala nasional apabila terus dikembangkan dengan melibatkan seluruh pihak.

“Kita memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Bekudung Betiung. Ke depan, festival ini perlu terus dikembangkan agar mampu masuk dalam Kharisma Event Nusantara,” ujarnya kepada Berauterkini. 

PT Berau Coal memberikan dukungan pada Festival Bekudung Betiung 2026 di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung. (Berau Coal)
PT Berau Coal memberikan dukungan pada Festival Bekudung Betiung 2026 di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung. (Berau Coal)

“Tentu hal itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat kampung, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar wilayah ini,” imbuhnya.

Gamalis juga mengapresiasi konsistensi PT Berau Coal yang terus memberikan perhatian kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

“Harapannya perusahaan terus memberikan dukungan terhadap event-event budaya, seperti Festival Bekudung Betiung, karena kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, mengatakan penyelenggaraan Festival Bekudung Betiung selama lima tahun terakhir tidak lepas dari dukungan berbagai perusahaan yang beroperasi di sekitar kampung.

“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terus terlaksana karena adanya dukungan dari PT Berau Coal, PAMA, serta para kontraktornya. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki kampung, bantuan dari perusahaan sangat membantu sehingga festival dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, persiapan festival dilakukan sekitar dua pekan sebelum pembukaan. 

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival tahun ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi  ke-263 Kampung Tumbit Dayak.

Berbagai rangkaian kegiatan disuguhkan kepada masyarakat, mulai tradisi membuat lemang, miniatur kehidupan masyarakat Dayak saat berladang dan panen, lomba menyumpit, lomba perahu, hingga berbagai pertunjukan seni tradisional yang berlangsung saat malam penutupan pada 30 Juni.

Sementara itu, Community Relations Manager PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman, mengatakan, keterlibatan perusahaan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional, sekaligus upaya menjaga kelestarian budaya daerah.

“Alhamdulillah, tahun ini PT Berau Coal bersama mitra kerja kembali ikut menyukseskan Festival Bekudung Betiung. Sebagai perusahaan yang berada di sekitar Kampung Tumbit Dayak, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, khususnya pelestarian budaya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga nonmaterial melalui koordinasi yang intens bersama panitia penyelenggara.

“Kami berharap Festival Bekudung Betiung semakin dikenal masyarakat luas dan cita-cita agar festival ini masuk dalam Karisma Event Nusantara dapat terwujud. Jika itu berhasil, tentu budaya Berau akan semakin dikenal di tingkat nasional,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan dunia usaha, Festival Bekudung Betiung diharapkan terus berkembang menjadi agenda budaya unggulan Kabupaten Berau. (*/Adv)