BERAU TERKINI — Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, menyatakan, berbagai masukan serta keluhan yang disampaikan wisatawan terhadap kondisi destinasi wisata tidak perlu dianggap sebagai hal negatif.
Sebaliknya, gelombang kritik tersebut harus dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan objek wisata ke depan.
Sri Kumalasari pun mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Berau yang memilih membuka ruang bagi wisatawan untuk menyampaikan keluhan maupun masukan selama berkunjung ke destinasi wisata di Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, sikap terbuka dalam menerima kritik merupakan upaya membangun sektor pariwisata yang lebih baik dan berdaya saing tinggi.
“Semua komentar wisatawan harus menjadi bahan evaluasi,” ujar Sri Kumalasari.
Mala, sapaan akrabnya, menjelaskan, wisatawan merupakan pihak pertama yang merasakan langsung bagaimana kualitas pelayanan serta kondisi riil sarana prasarana di lapangan.
Oleh karena itu, berbagai masukan dapat menjadi gambaran nyata apa saja yang saat ini dirasa masih kurang dan perlu segera dibenahi pengelola.
Ia menilai setiap keluhan yang masuk ke meja aduan tidak akan cukup jika hanya dicatat sebagai laporan dokumen di atas kertas.
Semua masukan tersebut wajib ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar persoalan yang sama tidak kembali terulang dan dialami pengunjung lain.
“Keluhan wisatawan perlu ditampung dan diperbaiki,” kata politikus dari Partai Golkar tersebut.
Ia mengaku optimistis evaluasi yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan akan membawa dampak positif terhadap perkembangan pariwisata di Berau.
Selain efektif meningkatkan kenyamanan pengunjung, perbaikan yang dilakukan berkala juga dapat memperkuat citra positif Berau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.
“Harapannya wisata Berau semakin dikenal dan disukai,” ucap Mala.
Mala meyakini, pengalaman positif yang dirasakan wisatawan selama berlibur akan menjadi promosi paling efektif bagi nama baik daerah.
Karakter wisatawan yang merasa puas cenderung memiliki loyalitas untuk kembali berkunjung di lain waktu.
Mereka juga akan secara sukarela merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain di lingkaran mereka.
“Kondisi itu pada akhirnya tidak hanya menguntungkan sektor pariwisata kita, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha lokal yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas wisata,” tutupnya. (*/Adv)

