BERAU TERKINI – Jagat sepak bola Spanyol mendadak memanas! Hubungan antara dua raksasa La Liga, Atletico Madrid dan Barcelona, dilaporkan retak total setelah terjadinya aksi saling sindir yang sangat tajam di media sosial.
Bukan sekadar psywar biasa, Atletico secara terang-terangan mengejek manajemen Blaugrana sebelum akhirnya meluncurkan serangan verbal yang sangat serius terkait isu sensitif.
Berawal dari Hoaks Transfer Julian Alvarez
Ketegangan ini bermula ketika muncul rumor dan bocoran di media bahwa Barcelona berniat memboyong striker andalan Atletico Madrid, Julian Alvarez. Kesal dengan kabar burung yang dianggap sengaja diembuskan tersebut, pihak Los Rojiblancos tidak tinggal diam.
Melalui akun X resmi mereka, Atletico membalas rumor tersebut dengan gaya ironi yang mengocok perut sekaligus menohok.
Mereka mengunggah “tawaran transfer resmi” tandingan untuk tiga bintang muda Barcelona: Lamine Yamal, Pedri, dan Raphinha.
Bayangkan saja, untuk mendapatkan seorang Lamine Yamal, Atletico bercanda dengan mengajukan penawaran berupa:
- 4 tiket konser Bad Bunny.
- Langganan tahunan majalah/koran ABC.
- Sekantong biji bunga matahari (kuaci)!
“Jangan percaya semua yang Anda lihat, terutama jika itu terkait dengan Barcelona. Kami hanya butuh waktu lima menit untuk membuat hoaks tandingan ini,” tulis pihak Atletico di Instagram resmi mereka, mengingatkan netizen agar tidak termakan rumor transfer Barcelona.
Tak berhenti di situ, mereka juga mengejek Barcelona dengan menawarkan barter Raphinha dengan merek fesyen Tom Ford tanpa opsi pembelian, serta mengunggah meme anjing jinak yang menyamar dengan rambut singa untuk menggambarkan gertakan tak bernyali dari rivalnya tersebut.
Serangan Mematikan: Senggol Kasus Negreira dan ‘Bantuan Politik’
Namun, suasana kocak itu langsung berubah mencekam dalam hitungan menit. Atletico Madrid mengubah nada bicaranya menjadi sangat serius dan meluncurkan serangan mematikan yang langsung menusuk jantung Barcelona.
Dalam pernyataan resminya, Atletico menuduh Barcelona telah melakukan kampanye hitam, menyebarkan kabar palsu, dan melakukan pelecehan demi merusak fokus pemain mereka. Sebagai pembalasan, Atletico membongkar kembali borok masa lalu Barcelona secara blak-blakan.
“Tidak, Atletico Madrid tidak akan pernah melakukan hal seperti itu (menyebar hoaks transfer). Namun… tidak akan pernah terlintas dalam pikiran kami untuk membayar wakil presiden wasit atau menggunakan bantuan politik untuk mendaftarkan pemain. Hormat dan nilai-nilai!” tegas pernyataan resmi klub Atletico Madrid.
Sindiran telak ini merujuk langsung pada dua skandal besar yang menyeret nama Barcelona:
- Kasus Negreira: Dugaan suap dan pembayaran dana mencurigakan dari Barcelona kepada mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit (CTA), Jose Maria Enriquez Negreira.
- Kontroversi Pendaftaran Pemain: Sindiran mengenai celah hukum finansial atau “bantuan politik” yang digunakan Barcelona saat mendaftarkan pemain baru mereka seperti Dani Olmo dan Pau Víctor di tengah krisis keuangan klub.
Respons Tegas: Julian Alvarez Tidak Dijual!
Berdasarkan laporan internal dari pihak manajemen Atletico Madrid yang dilansir oleh MARCA, mereka menegaskan bahwa sama sekali tidak ada tawaran resmi yang masuk dari Camp Nou untuk Julián Álvarez.
Pihak klub mengonfirmasi bahwa semua rumor yang beredar di media hanyalah “kebohongan besar” yang sengaja diciptakan untuk mengacaukan situasi internal tim. Bagi Atletico, striker asal Argentina tersebut adalah aset masa depan yang TIDAK UNTUK DIJUAL.
