BERAU TERKINI — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talisayan memastikan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, meskipun saat ini tengah menghadapi kendala kekosongan dokter spesialis penyakit dalam.

Situasi ini menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit guna menjaga kelancaran akses medis di wilayah pesisir Berau.

Direktur RSUD Talisayan, Andik, mengonfirmasi, dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit tersebut telah resmi mengundurkan diri sejak akhir Maret 2026.

Keputusan tersebut murni didasari oleh alasan kemanusiaan dan keluarga, di mana sang dokter harus mendampingi ayahnya yang kini tinggal sendirian pasca wafatnya sang ibu.

“Benar, yang bersangkutan mengundurkan diri. Alasannya karena orang tuanya meninggal, sehingga beliau harus mendampingi ayahnya yang kini tinggal sendiri,” ujar Andik saat dikonfirmasi Berauterkini, Kamis (2/4/2026).

Dokter spesialis tersebut diketahui telah mengabdi di RSUD Talisayan selama lebih dari satu tahun.

Menyikapi kekosongan ini, manajemen rumah sakit bergerak cepat dengan menyebarkan informasi lowongan ke berbagai jaringan tenaga medis profesional, bahkan hingga ke luar daerah Kalimantan.

Pihak rumah sakit telah menjalin komunikasi dengan sejawat dokter di kota-kota besar, seperti Yogyakarta dan Bandung, untuk mencari kandidat pengganti.

Namun, Andik mengakui, merekrut tenaga spesialis untuk bertugas di daerah memiliki tantangan tersendiri dibandingkan tenaga medis lainnya.

“Kami sudah share ke teman-teman sejawat, termasuk ke Jogja dan Bandung, untuk mencari pengganti. Namun memang mencari dokter spesialis tidak semudah tenaga lainnya,” jelasnya.

Selain rekrutmen mandiri, RSUD Talisayan juga telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Berau. 

Harapannya, posisi tersebut dapat segera terisi melalui skema penugasan khusus dari Kementerian Kesehatan dalam periode tertentu.

Meski saat ini belum ada dokter spesialis yang mendaftar, Andik menegaskan, pelayanan rawat jalan tidak berhenti total.

Pasien dengan keluhan yang masih dalam kapasitas penanganan dokter umum tetap akan dilayani secara maksimal di RSUD Talisayan.

Namun, bagi pasien yang kondisinya membutuhkan tindakan atau diagnosa spesifik dari ahli penyakit dalam, pihak rumah sakit akan menerapkan prosedur rujukan ke RSUD Abdul Rivai di Tanjung Redeb.

“Kalau masih bisa ditangani dokter umum, tetap kami layani. Tapi jika membutuhkan spesialis, akan kami rujuk,” tegas Andik. (*)