TANJUNG REDEB – Demi pelayanan maksimal kepada masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertamanan dan PLN melakukan pemangkasan pohon dan daunnya diolah menjadi kompos.

Kepala UPT Pertamanan dan Pemakaman Berau, Ramadiansyah, mengatakan kegiatan pemangkasan pohon ini rutin dilakukan. Biasanya berdasarkan pemantauan dan laporan dari masyarakat.

Seperti usulan pemeliharaan pohon di pemakaman yang ada di Gunung Tabur.

“Kita ada tim yang yang keliling untuk memantau di mana titik-titik yang harus dilakukan pemangkasan, seperti di Jalan Durian lll sedang dilakukan pemangkasan,” terangnya, kepada berauterkini.co.id, Rabu (21/2/2024).

 

DLHK Berau Melakukan pemangkasan pohon rindang di kawasan Jalan Durian lll, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Pihaknya juga bekerja sama dengan PLN, karena mereka harus berurusan dengan kabel listrik yang dinilai sangat berbahaya. Sehingga perlu adanya koordinasi dan pendampingan dari pihak terkait untuk lebih memudahkan.

“Dalam pengembangan pohon dan berurusan dengan kabel kita berkoordinasi dengan pihak PLN,” jelasnya.

Dari sisi lingkungan, kegiatan ini memberikan kenyamanan masyarakat dalam berkendara dengan pohon yang tidak terlalu dekat ke jalan. Masyarakat pun lebih aman, karena akan terhindar dari kemungkinan pohon tumbang.

Selain itu, untuk meminimalisir potensi bahaya yang dapat disebabkan oleh ranting pohon yang mengenai jaringan PLN.

Limbah dari pemangkasan pohon di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sedangkan daunnya diolah menjadi kompos untuk kebutuhan taman.

“Tidak semua kita buang langsung ke TPA, seperti daun itu kita olah menjadi kompos,” jelas Ramadiansyah. (*)

Reporter : Dini Diva Aprilia

Editor : s4h