Penulis : admin

Foto: Korban IP saat ditemukan gantung diri di dalam area pabrik

TANJUNG REDEB,- Boiler pada bangunan pabrik milik PT BBA jadi saksi kenekatan seorang pria berinisial (IP) mengakhiri hidupnya. Diduga kecewa karena istrinya selingkuh, memilih bunuh diri. Saksi menemukan korban tewas tergantung seutas tali pada Kamis (19/5).

IP diketahui sebagai pekerja sub kontraktor PT BBA yang bertugas mengerjakan konstruksi pembangunan pabrik. Dugaan kuat sakit hati dan kecewa karena istrinya selingkuh diungkapkannya kepada rekan korban sebelum gantung diri.

Kapolsek Segah, Iptu Alimuddin mengatakan, IP ditemukan sudah meninggal dalam kondisi menggantung pada pukul 07.30 Wita.

“Dia ditemukan oleh saksi bernama RIzki saat hendak mulai bekerja di areal boiler. Saat itu saksi melihat IP sudah tergantung di atas boiler menggunakan tali nilon,” jelasnya.

Saksi kemudian melaporkannya kepada salah satu manager PT BAA. Selanjutnya, dari pihak perusahaan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Segah. Sekira pukul 08.30 Wita, polisi yang tiba ke lokasi langsung melakukan evakuasi serta olah TKP.

“Kami juga melakukan olah TKP, dan memeriksa sejumlah saksi. Kemudian membawa IP ke Puskesmas Segah untuk di Visum,” terangnya.

IP diduga bunuh diri ketika semua rekannya tertidur. Sebab, sejumlah saksi masih sempat melihat IP tertidur pada pukul 02.00 Wita.

“Sepertinya IP ini menunggu semua tertidur baru melakukan aksi bunuh diri, agar tidak ada yang menghalanginya,” jelasnya.

Keterangan dari saksi, IP nekat bunuh diri dikarenakan kecewa mengetahui istrinya selingkuh dengan pria lain, di kampung halamannya.

Menurut saksi juga, sebelum kejadian, tepatnya pada Rabu (18/5) lalu, kurang lebih pukul 23.40 Wita, IP sempat curhat kepada saksi yakni teman kerjanya, istrinya dekat dengan laki-laki lain. Padahal, IP selalu setia dan rutin mengirimkan uang setiap gajian kepada istrinya.

Mendapat curhat tersebut, saksi mencoba menenangkan IP dengan memberikan nasehat-nasehat.

“Sementara saksi lainnya BY, yang tidur bersebelahan, melihat IP sudah tertidur pada pukul 02.00 Wita. Kemudian pagi sekira pukul 07.30 Wita, korban sudah tergantung,” pungkasnya.(*)

Editor: Rengkuh