BERAU TERKINI – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menanggapi dengan santai kritik pedas yang dilontarkan Anggota DPRD Berau, Abdul Waris.
Sebelumnya, Waris berkelakar mencari keberadaan Gamalis yang tidak terlihat dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan sejak awal Februari lalu.
Gamalis meyakini, kritikan tersebut hanyalah bentuk dinamika politik biasa.
Sebagai sesama kader partai politik, ia menilai pertanyaan mengenai absennya dirinya dalam forum resmi merupakan sebuah “ketidaktahuan yang disengaja”.
“Aman. Karena sidin belum paham aja pang itu dinda, apa itu musrenbang,” kata Gamalis melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (13/2/2026).
Meski tidak menampik dirinya disibukkan dengan koordinasi lanjutan pasca Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-X PPP di Samarinda, Gamalis menegaskan, ketidakhadirannya tidak mengganggu jalannya forum.
Menurutnya, agenda di luar daerah seperti di Samarinda dan Jakarta merupakan amanah yang juga harus ia pertanggungjawabkan secara serius.
“Intinya belum paham aja itu,” tegasnya lagi.
Gamalis juga mengingatkan, dalam forum Musrenbang tersebut, seluruh pengambil kebijakan utama telah hadir, termasuk Bupati Berau Sri Juniarsih yang didampingi Sekretaris Kabupaten Berau Muhammad Said serta Kepala Bapelitbang Endah Ernany Tririarini.
Mengingat Bupati adalah penentu arah kebijakan pembangunan daerah, kehadiran orang nomor satu tersebut dirasa sudah sangat merepresentasikan pemerintah.
“Agenda salah satunya itu (kegiatan partai),” tuturnya.
Sebelumnya, usai Musrenbang Kecamatan Maratua yang digelar di Ruang Sangalaki, Rabu (11/2/2026) malam, Waris menyoroti kursi Wakil Bupati yang digantikan oleh Sekda dan mempertanyakan komitmen pejabat publik dalam mendengarkan aspirasi warga.
“Hampir semua hadir. Hanya satu yang tidak terlihat, Pak Wabup. Ke mana beliau selama Musrenbang? Ada kesibukan apa?” kelakar Waris.
Menurut Waris, kehadiran fisik pejabat dalam forum resmi adalah bentuk penghormatan terhadap kepentingan rakyat.
Ia menegaskan, masyarakat saat ini sangat kritis dalam menilai kinerja dan kehadiran pemimpin mereka.
“Sekarang masyarakat juga memperhatikan. Kalau tidak hadir alasannya apa? Ini forum penting menyangkut kepentingan orang banyak,” ungkapnya.
Tak hanya soal kehadiran, Waris juga melayangkan sindiran terkait transparansi hasil Musrenbang.
Ia berharap ribuan usulan yang masuk benar-benar menjadi dasar penyusunan APBD, bukan justru disalip oleh usulan siluman yang tiba-tiba muncul tanpa dasar prioritas yang jelas.
“Jangan sampai RKPD yang nanti jadi APBD itu bukan murni dari hasil Musrenbang,” sindir Waris.
Sebagai informasi tambahan, saat ini Gamalis telah resmi menjabat sebagai Ketua DPW PPP Kaltim.
Kesibukannya di awal Februari ini memang terkonsentrasi pada penyusunan formatur kepengurusan pasca Muswil X PPP Kaltim yang bertepatan dengan jadwal Musrenbang di Kabupaten Berau. (*)
