Penulis : admin

Foto: salah satu kegiatan yang digelar oleh Disbudpar Berau.

TANJUNG REDEB – Penutupan tahun tinggal menunggu 5 pekan lagi. Penghujung tahun, berarti pemerintah mesti menggeber seluruh kegiatan yang menggunakan sumber anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah alias APBD Berau 2023.

Tak terkecuali bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau. Kegiatan dinas yang bersumber dari Dana Bagi Hasil dan Dana Reboisasi alias DBHDR kian menunjukkan hasil positif.

Selain ditugaskan menyerap anggaran, dinas juga mesti memastikan program yang menggunakan anggaran tersebut tepat sasaran. Beberapa kegiatan di Disbudpar Berau, selain sifatnya pembangunan fisik, ada juga kegiatan yang sifatnya pembinaan dan pengembangan.

Terdapat sekitar 8 program yang kini telah rampung digarap di bidang bina pengembangan destinasi wisata. Dalam kegiatan peningkatan kapasitas SDM itu, selain melibatkan pejabat di dinas, Disbudpar Berau juga kerap menggunakan jasa para praktisi berpengalaman yang bernaung di bawah organisasi maupun perusahaan resmi.

Teranyar, Disbudpar Berau menggandeng praktisi pengembang destinasi wisata dari Jakarta, Himpunan Pramuwisata Indonesia alias HPI, dan Asosiasi Duta Wisata Berau atau ADWB dalam melatih sebanyak 20 orang pelaku wisata di Kampung Merabu, pada pertengahan November 2023 ini. Dengan tema digital marketing, hospitality dan pengembangan destinasi wisata.

Di lokasi yang sama, pada 1 hingga 5 November lalu, Disbudpar menggandeng PT Warisan Flores Indonesia Yakobi dan ADWB untuk melatih para pelaku wisata dalam memahami dan mahir dalam berbahasa asing.

“Program pengembangan SDM yang banyak kami tangani sejauh ini berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” kata Adyatama Kepariwisataan & Ekraf, Disbudpar Berau Ita Dewanti, mewakili Kepala Disbudpar Berau Ilyas Natsir.

Kemudian pengalam serupa dengan Kampung Merabu diberikan juga bagi pelaku wisata di Kecamatan Biduk-Biduk. Pun kembali menggunakan jasa melalui kemitraan dengan PT Warisan Flores Indonesia Yakobi.

Selanjutnya, Kelompok Sadar Wisata alias Pokdarwis di Kampung wisata Dumaring dan Pokdarwis Biduk-Biduk, mendapatkan program terkait pengembangan destinasi wisata. Saat itu, Disbudpar Berau menggandeng Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) RI dan praktisi dari PT Graisena Research and Creative Agency.

Kemudian, masih dengan sasaran peserta di wilayah Daerah Tujuan Wisata alias DTW, di Kecamatan Biduk-Biduk, Disbudpar melibatkan para pelaku usaha hingga pokdarwis untuk memahami cara mengolah minyak kelapa untuk menjadi sabun dan sampo.

Pelatihan tersebut diberikan lantaran di wilayah pesisir terdapat ribuan pohon kelapa yang tumbuh subur. Kelapa tersebut kerap diolah menjadi menyak kelapa oleh warga setempat.

Pelatihan diberikan kepada pelaku wisata agar dapat menambah nilai jual dari hasil olahan minyak kelapa tersebut.

“Untuk kegiatan itu, kami datangkan langsung ahli dari perusahaan nasional,” ujarnya.

Saat ini program tersebut masih dalam proses perampungan pelaporan kegiatan. Disbudpar bakal menghitung ulang hasil realisasi anggaran DBHDR dari delapan kegiatan itu.

Diketahui, pada 2024 mendatang Berau bakal mengelola anggaran dari DBHDR senilai Rp 220 miliar. Anggaran itu untuk pengembangan destinasi wisata termasuk infrastruktur jalan menuju pesisir Berau. Dana tersebut dikelola di berbagai OPD di Berau, terbesar dikelola oleh DPUPR Berau. (*/ADV)

Reporter: Sulaiman