BERAU TERKINI – Banyaknya debu dan sedimen yang mulai memenuhi Jembatan Sungai Segah atau Jembatan Gunung Tabur menjadi perhatian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.

Guna mengantisipasinya hal yang tidak diinginkan, pembersihan dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengendara yang melintas di jalur penghubung Tanjung Redeb-Gunung Tabur tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Kalimantan Timur, Ariesta Andayani Trihandoko, mengatakan, pembersihan dilakukan selain karena debu dan sedimen mulai menumpuk di area jembatan, kegiatan itu juga bagian dari perawatan rutin.

“Pembersihan ini dilakukan karena debu dan sedimen mulai memenuhi area jembatan. Kami ingin memastikan pengendara tetap nyaman saat melintas. Ini juga rutin dilakukan,” ujarnya, Selasa (27/10/2026). 

Menurutnya, perawatan tersebut penting dilakukan untuk menjaga kebersihan jembatan, terlebih jalur itu menjadi salah satu akses vital bagi masyarakat Kabupaten Berau.

Jembatan itu tidak hanya menghubungkan Kecamatan Tanjung Redeb dan Gunung Tabur, tetapi juga menjadi bagian dari jalur transportasi penting yang menghubungkan Kabupaten Berau dengan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Tingginya peran jembatan tersebut dalam menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang membuat pemeliharaan perlu dilakukan agar kondisi infrastruktur tetap terjaga.

“Kami ingin pengguna jalan bisa melintas dengan lebih nyaman,” jelasnya.

Pemeliharaan tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga fungsi Jembatan Gunung Tabur sebagai salah satu jalur penting yang menopang aktivitas masyarakat di Kabupaten Berau. (*)