BERAU TERKINI – Siapa sangka di balik perjuangan atlet-atlet disabilitas Indonesia yang berlaga di berbagai ajang bergengsi, ada sosok asal Kabupaten Berau yang turut berperan menjaga kondisi fisik mereka.

Dialah Fauzan Azim, fisioterapis muda yang kini dipercaya menjadi bagian dari tim fisioterapi Tim Nasional Disabilitas Indonesia.

Perjalanan Azim hingga mengenakan seragam tim nasional bukanlah sesuatu yang instan. 

Semua bermula saat dirinya masih menempuh pendidikan S1 Fisioterapi di Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta.

Sejak menjadi mahasiswa, Azim aktif terlibat sebagai relawan maupun tenaga fisioterapi di berbagai ajang olahraga. 

WhatsApp Image 2026 07 30 at 16.43.51 e1785409386561

Pengalaman itu menjadi pintu awal yang membentuk kemampuan dan mentalnya sebagai seorang fisioterapis olahraga.

“Sejak kuliah, saya sudah aktif mengikuti berbagai event nasional hingga internasional sebagai tenaga fisioterapi,” katanya, Kamis (30/7/2026).

Beberapa event olahraga yang pernah diikutinya di antaranya DBL Basketball Regional Yogyakarta, Liga Remaja PSSI, marathon internasional, dan berbagai kejuaraan olahraga lainnya.

Berbagai pengalaman tersebut membuatnya tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga memahami secara langsung bagaimana menangani atlet di lapangan. 

Mulai dari penanganan cedera, pemulihan kondisi fisik, hingga bekerja dalam tim medis saat pertandingan berlangsung.

Usai menyelesaikan pendidikan sarjana, kesempatan lain kembali menghampirinya. 

Azim mengikuti program pertukaran pelajar ke Mahidol University, Thailand, salah satu institusi yang dikenal memiliki kualitas pendidikan kesehatan yang baik.

Di sana, ia memperdalam ilmu fisioterapi, tidak hanya pada bidang olahraga, tetapi juga berbagai metode rehabilitasi lainnya.

“Pengalaman di Thailand sangat membuka wawasan saya mengenai standar pelayanan fisioterapi di tingkat internasional,” ujar pria Kelahiran Berau, 25 Maret 2004 ini.

Sekembalinya ke Indonesia, pintu menuju level yang lebih tinggi pun terbuka. 

Azim dihubungi langsung Kepala Fisioterapi Timnas Disabilitas, Sofal Jamil, yang menawarinya bergabung sebagai asisten fisioterapi tim nasional.

Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk menimba pengalaman sebanyak mungkin. 

Ia terlibat mendampingi persiapan atlet menuju kualifikasi Piala Dunia Disabilitas dan belajar langsung dari para tenaga medis berpengalaman.

“Bagi saya, itu pengalaman yang sangat berharga karena bisa belajar langsung sekaligus menangani atlet-atlet nasional,” ungkapnya.

Fauzan Azhim saat mendampingi Persaj Jakarta usai juara Piala Menpora beberapa waktu lalu.

Kerja keras dan dedikasinya akhirnya membuahkan hasil. Belum lama ini, Azim dipercaya menjadi fisioterapis utama Persaj Jakarta yang berlaga di Liga 1 Sepak Bola Amputasi Piala Menpora.

Kepercayaan tersebut dibayar lunas. Bersama Persaj Jakarta, ia sukses mengantarkan tim meraih gelar juara Piala Menpora. 

Selama kompetisi berlangsung, Azim bertanggung jawab memastikan kondisi fisik para pemain tetap prima agar mampu tampil maksimal di setiap pertandingan.

Bagi Azim, setiap langkah yang dijalani merupakan proses belajar yang tidak pernah berhenti. 

Dari seorang mahasiswa yang aktif menjadi relawan di berbagai event olahraga, mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri, hingga kini dipercaya menjadi bagian dari tim fisioterapi Tim Nasional Disabilitas Indonesia.

“Saya sangat menikmati pekerjaan ini. Dan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” jelasnya. 

Perjalanan putra Berau itu menjadi bukti bahwa kerja keras, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar, mampu mengantarkan seseorang menembus panggung nasional sekaligus mengharumkan nama daerah di dunia olahraga Indonesia. (*)