BERAU TERKINI – Dampak nyata terhadap urusan isi dompet menjadi alasan kuat bagi kelompok emak-emak di Kabupaten Berau untuk turun ke jalan.
Mereka bergabung dalam aksi damai guna mendukung penuh keberlanjutan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ditemui di sela-sela aksi, sebagian besar demonstran perempuan ini mengaku berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT).
Namun, berkat adanya program MBG, mereka kini bisa kembali produktif dengan merangkap sebagai pekerja di Satuan Pelayanan Dapur Umum (SPPG).

Salah satu massa aksi, Mia, mengungkapkan, program MBG sangat menyelamatkan perekonomian keluarganya.
Sebagai pekerja bagian pemorsian di SPPG Sei Bedungun, pekerjaan ini dinilai sangat ideal bagi para ibu.
“Alhamdulillah bisa membantu perekonomian keluarga,” ungkap Mia kepada Berauterkini, Rabu (1/7/2026).
Ia menambahkan, fleksibilitas waktu menjadi alasan utama mengapa pekerjaan ini sangat diminati para IRT.
“Pas kebetulan ada program-program begini kan itu ya enak. Karena kan kita bisa mengatur waktunya juga,” tambahnya.
Mia menegaskan, kehadirannya dalam demonstrasi ini murni digerakkan oleh naluri dari dalam hati.
Manfaat positif yang sudah dirasakan secara langsung oleh masyarakat maupun para pekerja dapur umum membuat mereka tidak ingin program ini mandek di tengah jalan.
“Dampak positifnya seperti apa, kita sudah merasakan langsung, jadi biar tetap berjalan,” tutur Mia.
Mengenai dinamika di lapangan, ia memaklumi jika sebuah program besar pasti diwarnai pro dan kontra.
Kendati demikian, ia mewakili suara emak-emak mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengawasi ketat jalannya program dan menindak tegas jika ada indikasi korupsi.
Bagi mereka, regulasi boleh saja disesuaikan atau diubah oleh pemerintah, asalkan program makan gratis ini tidak dihentikan dan anggarannya tidak bocor ke tangan para koruptor.
“Yang penting tidak di jalur yang tidak benar ya, mohon ditindak lanjuti (jika ada korupsi),” tutup Mia. (*)
