Penulis : admin

TANJUNG REDEB– Pemerintah Kabupaten Berau dengan terpaksa mengumumkan penundaan proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang semula direncanakan akan dilaksanakan di beberapa sekolah pada awal masuk tahun ajaran baru 17 Juli 2021 mendatang.

Penundaan tersebut menurut Bupati Berau merujuk instruksi menteri dari Kementerian Dalam Negeri nomor 17 tahun 2021 demi menekan penyebaran Covid-19 yang dewasa kini semakin meningkat.

“Karena ada surat dari pusat, untuk itu pembelajaran tatap muka terbatas ditunda sampai dengan tanggal 20 Juli,” ujarnya, Selasa, 6 Juli 2021.

Kata Sri Juniarsih, semua keputusan nanti menunggu hasil evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 20 Juli mendatang. Jika penerapan PPKM berhasil menekan angka penularan dan mengeluarkan Berau dari zona merah, maka tatap muka akan dilanjutkan.

“Kalau justru semakin tinggi, mau tidak mau suka tidak suka harus kembali online termasuk untuk wilayah yang zona hijau lokal,” ucapnya.

Sebelum tatap muka terbatas berjalan, bupati mengakui jika untuk menyambut pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang direncanakan pada jadwal masuk sekolah Juli 2021. Pihaknya telah membuat skema prokes di sekolah-sekolah.

Namun, karena adanya penundaan tersebut, ia dengan terpaksa harus menyampaikan permintaan maaf kepada warga Berau yang selama ini antusias menyambut pembelajaran tatap muka di sekolah setelah lebih satu tahun sekolah online.

“Banyak wali murid yang bertanya langsung melalui WA kepada saya, tetapi mohon kesabaran kepada orang tua, dan kepada warga Berau kami mohon maaf, ini untuk kesehatan semua,” sebutnya.

Untuk itu, ia mengatakan akan segera mengeluarkan surat edaran terkait hal tersebut. Edaran itu akan diterbitkan bersamaan dengan edaran perpanjangan PPKM di Bumi Batiwakkal yang berakhir 5 Juli kemarin.

“Iya tentu akan dikeluarkan surat edaran, karena banyak wali murid yang menanti kejelasan proses belajar,” tandasnya.

Sampai dengan Selasa 6 Juli 2021, jumlah kasus terkonfirmasi di Kabupaten Berau mencapai 5.368 kasus. 5,810 di antaranya dinyatakan sembuh, 111 meninggal dunia dan 447 lainnya masih menjalani perawatan. (*)

Editor : Bobby Lalowang