BERAU TERKINI – Produk lokal Kabupaten Berau kembali menunjukkan potensi untuk bersaing di pasar nasional.
Cokelat Kulanta berhasil mendapatkan kesempatan promosi melalui podcast Deddy Corbuzier, membuka peluang bagi produk olahan cokelat asal Bumi Batiwakkal untuk semakin dikenal masyarakat luas.
Founder Rumah Cokelat Kulanta, Dhea Nurwana Solihin, mengatakan kesempatan tersebut berawal dari keaktifannya mencari peluang promosi bagi produk usahanya melalui media sosial, khususnya Instagram.
Ia menemukan akun CTD yang dikelola oleh tim terkait program promosi UMKM melalui ekosistem media digital Deddy Corbuzier.
Melalui akun tersebut, pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk mendaftarkan produk agar dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan promosi.

“Waktu itu saya sedang scroll Instagram, kemudian lewat video yang menawarkan kepada pelaku UMKM yang ingin produknya dipromosikan. Saya klik dan ternyata ada program untuk mendukung UMKM secara nasional,” ungkap Dhea.
Ia menjelaskan, tidak semua produk yang didaftarkan dapat langsung mengikuti program tersebut.
Ada proses kurasi yang harus dilalui sebelum pelaku usaha dinyatakan lolos dan diminta mengirimkan produknya untuk keperluan promosi.
Setelah melalui tahapan tersebut, produk yang lolos akan dijadwalkan untuk mendapatkan kesempatan tampil dalam podcast.
Bagi Dhea, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran Rumah Cokelat Kulanta.
Dampak promosi tersebut mulai dirasakannya ketika pesanan produk mengalami peningkatan.
Dhea mengaku sempat kebingungan karena pesanan yang masuk melalui WhatsApp dan kanal penjualan lainnya datang secara beruntun dengan banyak alamat tujuan berada di Jakarta.
Biasanya, pesanan dari platform perdagangan elektronik datang dari berbagai daerah secara acak. Namun, kali ini pesanan yang masuk didominasi alamat di Jakarta.
Ia kemudian mengetahui produknya telah mendapatkan eksposur melalui podcast Deddy Corbuzier.
“Pengalaman itu menunjukkan besarnya potensi promosi digital dalam membantu produk UMKM menjangkau konsumen di luar daerah asalnya,” tegasnya.
Menurut Dhea, pelaku UMKM perlu lebih aktif mencari dan memanfaatkan berbagai program promosi yang tersedia.
Ia menyebut, selain program promosi melalui media digital, terdapat pula berbagai program dari kementerian dan lembaga yang memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis.
“Banyak program yang bisa diikuti UMKM. Ada proses kurasi, kemudian kalau lolos, produk kita bisa mendapatkan kesempatan untuk dipromosikan. Dampaknya luar biasa bagi usaha kami,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada promosi produk, Dhea juga terus berupaya meningkatkan kapasitas dirinya sebagai pelaku usaha.
Ia mengungkapkan tengah mengikuti tahapan seleksi Founder Arena, sebuah program yang mempertemukan para pendiri usaha untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas wawasan bisnis.
Dalam program tersebut, jumlah pendaftar disebut mencapai lebih dari 700 ribu peserta.
Setelah melalui tahapan seleksi, jumlah peserta mengerucut menjadi 3.000 orang, kemudian 500 orang, hingga menuju tahap seleksi 90 besar.
Bagi Dhea, mengikuti program pengembangan usaha bukan semata-mata untuk mengejar hadiah.
Lebih dari itu, kesempatan belajar, memperluas jaringan, serta mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan bisnis menjadi nilai penting bagi keberlanjutan usaha.
Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kabupaten Berau yang berani mencoba berbagai peluang promosi dan pengembangan usaha, termasuk melalui media sosial, influencer, serta program-program yang diselenggarakan berbagai pihak.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh hanya menunggu produk dikenal konsumen, tetapi harus aktif mencari ruang untuk memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas.
“Jangan hanya melihat nominal hadiah atau hasil akhirnya. Kita juga perlu melihat pengetahuan dan pengalaman yang bisa didapatkan. Dari sana, kita bisa belajar bagaimana mengembangkan usaha dan menjadi pemilik bisnis yang lebih baik,” tuturnya.
Pengalaman Rumah Cokelat Kulanta menjadi gambaran bahwa UMKM yang tumbuh dari daerah memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar nasional.
“Dengan memanfaatkan promosi digital, mengikuti program pengembangan usaha, serta memperluas jejaring, produk lokal Berau berpeluang semakin dikenal dan mampu bersaing di tengah pasar yang lebih luas,” tutupnya. (*)
