TANJUNG REDEB – Bupati Kabupaten Berau, Sri Juniarsih, melaporkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Menurutnya, keberhasilan ini berkat kerja keras bersama.

Umi Sri, menyampaikan keberhasilan Pemkab Berau dalam menjawab tantangan pembangunan pasca pandemi Covid-19 pada tahun anggaran 2023 lalu, ditambah dengan tantangan akselerasi untuk pertumbuhan ekonomi daerah yang babak belur selama pandemi.

Menurut data laporan LKPJ 2023 Pemkab Berau, dewan legislator daerah menyebutkan, pemerintah berhasil merealisasikan pendapatan daerah senilai Rp4,7 triliun.

Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi pendapatan tahun sebelumnya, senilai Rp3,1 triliun atau secara persentase meningkat sebanyak 48,32 persen.

“Ini berkat kerja keras kita bersama,” ungkap Umi Sri dalam laporannya yang disampaikan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Berau, Senin (25/3/2024).

Anggaran besar tersebut, digunakan pemerintah untuk mewujudkan visi pembangunan Berau yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dalam siklus pembangunan periode 2021/2026.

Dimana dalam naskah rencana tersebut, tersurat visi dengan bunyi ‘Mewujudkan Berau Unggul, Sejahtera dan Berdaya Saing. Berbasis Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan’.

Dalam perwujudannya, Pemkab Berau mengusung ekonomi berbasis kerakyatan demi menciptakan kesejahteraan yang adil dan merata.

“Visi tersebut merupakan agenda prioritas pemerintah dari rangkaian kebijakan guna mewujudkan visi kepala daerah,” sebut Bupati Sri.

Disebutkan, selain penuntasan program prioritas pemerintah daerah, pendapatan daerah tersebut digunakan untuk mengatasi permasalahan pokok daerah, seperti percepatan penanggulangan kemiskinan dan penurunan angka stunting.

Kemudian digunakan juga untuk perluasan pemberian kesempatan kerja, perbaikan mutu pelayanan publik dan peningkatan produktifitas sektor dominan yang mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau.

“Termasuk agenda perluasan daya saing investasi,” urainya.

Lebih rinci dalam laporannya, Umi menyampaikan, target Pendapatan Asli Daerah senilai Rp 259 miliar, direalisasikan dalam angka senilai Rp 287 miliar atau setara 110,79 persen.

Sementara untuk dana transfer, dari yang ditargetkan senilai Rp 4,065 triliun, terealisasi pada tahun lalu senilai 4,406 triliun atau setara dengan 108,37 persen. Kemudian, untuk pendapatan sektor lain yang sah, senilai Rp 7,3 miliar.

Selain itu, untuk belanja daerah yang terealisasi mencapai Rp 4,6 triliun dari nilai anggaran belanja Rp 5,1 triliun atau setara 89 persen.

Sementara, untuk penerimaan daerah pada 2023 lalu mencapai Rp800 miliar yang terealisasi 100 persen. Demikian pula untuk pengeluaran yang mencapai Rp 2 miliar. (*/ADV)

Reporter : Sulaiman

Edirtor : s4h