Penulis : admin

TANJUNG REDEB-Kurangnya alat High Flow Nasal Cannula (HFNC) di RSUD dr Abdul Rivai, menarik perhatian Buma. Bantuan pun dikerahkan perusahaan tersebut. Salah satu perusahaan batu bara terbesar di Berau itu memberikan 4 HFNC untuk memaksimalkan perawatan pasien Covid-19 di ruang ICU RSUD dr Abdul Rivai.

Menurut Bussines Support Manager Buma, Sriyanta, bantuan tersebut adalah salah satu wujud kepedulian Buma terhadap kondisi Covid-19 di Bumi Batiwakkal. Dari hasil koordinasi antara Buma dengan Pemkab Berau, salah satu yang menjadi prioritas saat ini adalah ketersediaan alat bantu pernapasan untuk pasien di ruang isolasi.

Untuk itu, Buma Binungan-Suaran dan Buma Lati berusaha mencarikan alat tersebut. “Alat ini kami dapatkan di Jakarta. Dan kami akui bahwa stoknya sangat terbatas. Kami mencari di beberapa penyedia, tapi hanya di satu toko saja yang kami dapatkan,” ujarnya.

Tidak hanya menyediakan alat, pihaknya pun membawa secara langsung dua teknisi untuk melakukan pendampingan dan memberikan bimbingan kepada tenaga kesehatan tentang cara mengoperasikan alat tersebut. “Sekarang teknisinya sedang isolasi sambil menunggu hasil swab PCR. Kalau negatif, langsung bisa melakukan bimbingan,” ujarnya.

Sementara itu, Manager SHE Buma, Bayu Luh Triono, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan itu adalah salah satu program corporate social responsibility (CSR) PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma).

Dikatakannya, dari informasi yang ia peroleh, RSUD dr Abdul Rivai memiliki 6 HFNC. Namun dari 6 alat itu, 1 mengalami kerusakan. “Dengan demikian, rumah sakit memiliki 9 alat. Jadi bisa lebih maksimal lagi perawatan kepada pasien,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Nurmin Baso, mengatakan bahwa bantuan Buma sangat membantu kondisi rumah sakit yang saat ini kekurangan alat tersebut. “Kami ucapkan terima kasih banyak atas bantuannya. Kami akan memaksimalkan untuk kepentingan pasien,” tegasnya.

Lanjutnya, akan memikirkan bagaimana kondisi ketersediaan oksigen untuk mendukung alat tersebut. “Satu alat ini butuh 12 tabung. Sekarang kami siapkan 100 tabung per hari. Kami usahakan, alat itu semuanya mendapat oksigen yang cukup,” katanya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengucapkan hal serupa. Sebagai orang nomor satu di Berau, dirinya sangat mengapresiasi apa dilakukan Buma. “Saya mewakili Pemkab Berau mengucapkan terima kasih atas sumbangsih Buma kepada Berau,” tandasnya. (*/adv)

Editor : Bobby Lalowang