Reporter : Sulaiman
|
Editor : Suriansyah

TANJUNG REDEB – Buntut peretasan Pusat Data Nasional (PDN) sistem keamanan siber yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI, berdampak pada pelayanan online seperti E-Paspor di daerah. Akibatnya, di Berau pengurusannya ditiadakan untuk sementara.

Para petugas menggantinya dengan sistem registrasi konvensional yang hanya pada tahap foto identitas saja.

Dengan mengembalikan proses pelayanan ke era lampau, dimana para pemohon mendaftarkan diri  secara langsung di Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, Jalan Mangga II.

Kepala Sub Bidang Teknologi Informasi, Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Yunus, mengatakan hingga saat ini pengajuan pembuatan maupun perpanjangan E-Paspor masih terkendala.

“Pelayanan online sampai saat ini masih terkendala,” kata Yunus, saat ditemui awak berauterkini.co.id di ruang kerjanya, Kamis (27/6/2024).

Diceritakan, pembatasan pelayanan terjadi kala seluruh tim di Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, mendapatkan kabar soal serangan ransomeware ke Pusat Data Nasional (PDN), pada Jumat (21/6/2024) malam lalu.

Syukurnya, dikatakan pada sehari setelahnya imigrasi tutup. Libur nasional Sabtu dan Minggu. Sehingga tidak ada satupun masyarakat yang terlayani dikala server dalam keadaan di luar kontrol.

Masalah krusial yang dihadapi oleh imigrasi, yakni pembuatan paspor untuk di bidang jasa penerbangan yang dibutuhkan keluar pada hari yang sama. Kemudian pelayanan perlintasan.

“Jadi tidak bisa melakukan scanning. Jadi bebas orang keluar masuk. Itu bahayanya,” ujar Yunus.

Saat ini diakui data sudah diamankan secara kumulatif di nasional. Data-data keimigrasian pun dikatakan telah di back-up.

Pihaknya pun telah melakukan rapat terbatas untuk merumuskan kebijakan pelayanan kala server tidak bisa lagi diakses.

Yunus menyampaikan, saat ini secara nasional kebanyakan komplain datang dari masyarakat yang berdomisili di Pulau Jawa.

Sementara, khusus di Berau tidak ada komplain yang berarti terkait pelayanan pembuatan paspor.

“Bukan tidak ada komplain, tapi semua masih ditangani,” ujarnya.

Yunus memprediksi, kondisi tersebut akan perlahan membaik. Paling lama penutupan pelayanan E-Paspor hanya sampai pada pekan depan.

“Pekan ini kami upayakan pelayanan sudah bisa normal kembali,” janjinya.

Saat ini, untuk pembuatan E-Paspor, terdapat 17 antrean yang hingga saat ini masih bermasalah.

Menurutnya, setiap yang menginginkan pencetakan paspor dapat tetap dilayani, meskipun berada di luar jam kerja.

“Ada 17 data yang masih tertunda,” ungkapnya. (*)