BERAU TERKINI – Pemkab Berau ungkap progres penanganan karhutla lewat upaya hujan buatan usai berkoordinasi dengan BNPB.
Pemkab Berau terus berupaya melakukan berbagai cara untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan berkoordinasi dengan BNPB soal upaya modifikasi cuaca dan hujan buatan guna mengatasi titik panas dan karhutla meluas.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan BPNB telah merespons keinginan Pemkab Berau dan akan membantu proses modifikasi cuaca.
Sri Juniarsih menjelaskan, BNPB meminta bantuan personel BPBD Berau untuk membantu operasi modifikasi cuaca pada Senin (24/8/2026) esok.
“Alhamdulillah Upaya kita direspon cepat BNPB, hari ini timnya sudah tiba di Berau dan pesawat yang mendukung operasi akan tiba besok,” ungkap Sri Juniarsih dikutip dari laman resmi Pemkab Berau.
“Untuk itu saya sudah mengintruksikan ke tim terkait untuk terus berkoordinasi dan mendukung penuh kegiatan ini,” jelasnya.
Rencana Water Bombing
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Berau juga berupaya memadamkan api karhutla yang tersebar di berbagai titik.
Dalam Rakor Darurat Penanganan Karhutla pada Selasa (18/8/2026) malam, Pemkab Berau menggandeng TNI Polri serta perusahaan yang beroperasi di Berau untuk bekerja sama atasi Karhutla.
Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah dengan metode water bombing dari armada helikopter yang dimiliki oleh Skadron 13/Amur Balottama Yudha Penerbad TNI AD.
Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, pihaknya telah mendapat tawaran bantuan dari Skadron 13/Amur Balottama Yudha untuk mengerahkan helikopter dalam penanganan karhutla.

Armada tersebut nantinya, dapat digunakan untuk melakukan pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing.
“Metode water bombing kita gunakan andai berbagai cara yang dilakukan masih belum maksimal,” ujarnya.
Menurut Sri Juniarsih, opsi water bombing menjadi salah satu alternatif apabila kondisi di lapangan semakin sulit ditangani dengan upaya pemadaman melalui jalur darat.
Untuk itu, ia meminta seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi, baik dengan instansi lintas vertikal maupun perusahaan yang memiliki sumber daya pendukung.
“Selain pengerahan sumber daya untuk pemadaman, kami juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan,” pungkasnya.
