BERAU TERKINI – Upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga peran kader posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kampung.

Menyadari pentingnya peran tersebut, PT Berau Coal bersama mitra kerja PT Bumi Artlantis Raya dan PT Mutiara Tanjung Lestari mendukung pelaksanaan Orientasi ASI Eksklusif dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) bagi kader posyandu di Puskesmas Tepian Buah, Kecamatan Segah.

Sebanyak 43 kader Posyandu Kampung Tepian Buah mengikuti kegiatan yang berlangsung 2–3 Juni 2026 di Balai Adat Kampung Tepian Buah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kader dalam mendukung kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting sejak dini.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya ASI eksklusif bagi tumbuh kembang anak.

WhatsApp Image 2026 06 04 at 13.36.44

Selanjutnya, pada hari kedua, para kader menerima materi dan praktik penyusunan menu PMBA yang sesuai dengan kebutuhan gizi berdasarkan kelompok usia anak.

Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan, dukungan perusahaan terhadap kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program pemerintah daerah di bidang kesehatan masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kapasitas kader posyandu menjadi langkah strategis karena kader merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan keluarga yang memiliki balita.

“Peningkatan kapasitas kader posyandu menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di tingkat kampung. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan kader, sehingga edukasi mengenai ASI eksklusif, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting dapat tersampaikan dengan baik di masyarakat,” ujar Reza.

Ia menambahkan, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. 

Karena itu, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas anak-anak kita di masa depan. Melalui sinergi ini, harapannya dapat membawa manfaat jangka panjang,” tambahnya.

Dukungan terhadap peningkatan kapasitas kader posyandu ini juga mendapat apresiasi dari Penanggung Jawab Program Gizi Puskesmas Tepian Buah, Rida Septika.

Ia menilai kolaborasi dengan sektor swasta sangat membantu keberlangsungan program kesehatan di tengah keterbatasan anggaran.

“Di tengah efisiensi anggaran, salah satu indikator yang harus dipenuhi adalah peningkatan jumlah kader yang mendapatkan orientasi dan pelatihan. Tentunya kegiatan seperti ini membutuhkan dukungan dari pihak lain,” ungkapnya.

Rida menyebut respons positif yang diberikan PT Berau Coal memungkinkan kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan menjangkau lebih banyak kader.

“Harapan kami, manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh kader posyandu, tetapi juga memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” katanya.

WhatsApp Image 2026 06 04 at 13.36.43 2

Komitmen PT Berau Coal terhadap peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah operasionalnya juga ditunjukkan melalui berbagai dukungan sebelumnya.

Salah satunya bantuan peralatan untuk menunjang tata laksana penanganan balita gizi buruk di Puskesmas Tepian Buah, termasuk peralatan pembuatan susu F-100 untuk program gizi.

Sementara itu, Ketua Kader Posyandu Melati Sari Kampung Gunung Sari, Maratu Soleha, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut.

Materi yang diberikan dinilai sangat relevan dengan tugas kader dalam memberikan pendampingan kepada ibu dan balita.

“Kegiatan ini sangat baik dan memberikan banyak pengetahuan baru bagi kader posyandu. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semoga juga dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam kegiatan serupa,” tuturnya.

Program orientasi ini akan berlanjut bagi kelompok kader lainnya pada 4–5 Juni 2026 di Pendopo Kampung Bukit Makmur.

Secara keseluruhan, kegiatan menyasar kader dari 15 posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tepian Buah sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi Berau yang lebih sehat dan bebas stunting. (*/Adv)