Penulis : admin

Foto: Maskapai Batik Air kala mendarat di Berau. 

TANJUNG REDEB – Pesawat Batik Air milik maskapai penerbangan Lion Air Group, dipastikan kembali melayani penerbangan di Bumi Batiwakkal dalam sepekan penuh. Setelah sebelumnya, aktivitas penerbangan Batik Air diberlakukan hanya 4 hari.

Sejak diputuskan flight Batik Air pada 26 November 2023 lalu, kabar baik penerbangan penuh selama sepekan bakal kembali digalakkan pihak Lion Air untuk pendaratan di Bandara Kalimarau.

Pengumuman perubahan jadwal tersebut merupakan siaran resmi dari pihak BLU UPBU Bandara Kelas I Kalimarau. Dirilis pada Kamis (19/10/2023) hari ini. Dan akan resmi berlaku pada 29 Oktober 2023 mendatang.

Berdasarkan informasi yang disiarkan tersebut, penerbangan dari Jakarta-Berau mendarat pada pukul 07.25 Wita dengan tiket seharga Rp 2.454.500. Sementara arah sebaliknya, keberangkaran dijadwalkan pada pukul 13.45 Wita. Tiket dibandrol seharga, Rp 2.391.900.

Sementara, untuk penerbangan dari Berau ke Surabaya, mendarat pada pukul 08.05 Wita, dengan harga tiket Rp 1.918.700. Untuk penerbangan sebaliknya, dari arah Surabaya bakal landing di Berau pada pukul 13.00 Wita, denga tiket seharga Rp 1.980.700. Jadwal tersebut yang berlaku setiap hari, mulai Senin hingga akhir pekan.

Merespon kebijakan maskapai tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, mengutarakan kegembiraannya lantaran kabar tersebut menjadi angin segar bagi sektor wisata di Berau.

Dia juga meyakini, kebijakan tersebut bakal memberikan dampak positif baik bagi pihak bandara, maskapai, hingga pemerintah daerah.

“Ini kabar menggembirakan dan saya yakin akan membawa dampak yang sangat bagus untuk perkembangan Berau ke depan,” kata Ilyas kepada awak Berau Terkini, melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.

Dirinya pun mengutarakan ucapan terimakasih kepada pihak yang berperan besar terhadap proses pengambilan keputusan maskapai tersebut. Ilyas menyebut, seluruh stakeholder sebagai pemilik kepentingan, melakukan koordinasi setiap hari.

“Itu hasil kerja keras teman-teman, koordinasi tiap hari tanpa henti,” ujarnya.

Dampak dari koordinasi tersebut pun tak hanya dirasakan untuk para calon penumpang di Bandara Kalimarau saja. Buah manis itu juga dirasakan para pengguna jasa penerbangan di Bandara Maratua.

Di Pulau Maratua, saat ini pelayanan penerbangan sebanyak tiga kali dalam sepekan. Dari Tanjung Redeb maupun penerbangan dari Bandara APT Pranoto, Samarinda. Dengan pelayanan penerbangan menggunakan pesawat jenis ATR alias baling-baling.

“Perjuangan mereka tidak ada hentinya untuk kemajuan Berau. Kita semua faham siapa yang berjuang itu tanpa harus menyebutkan nama,” tulisnya. (*/ADV)

Reporter: Sulaiman