BERAU TERKINI — Endapan lumpur yang menggenang hingga ke badan jalan di beberapa titik wilayah Kabupaten Berau mulai menimbulkan keresahan masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai sangat rawan karena bisa membahayakan keselamatan warga dan pengendara yang melintas.

Apabila musim kemarau, material lumpur tersebut biasanya mengering dan membuat jalanan berdebu.

Namun, kondisi cuaca saat ini yang sering turun hujan membuat endapan lumpur tersebut terus basah dan tidak bisa mengering, sehingga menciptakan kondisi jalanan yang licin.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau mengungkapkan sangat terbuka membantu melakukan pembersihan jika ada permohonan dari pemerintah setempat, seperti RT maupun kelurahan.

WhatsApp Image 2026 06 05 at 18.16.47

Plt Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah Dan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun DLHK Berau, Irwadi Ahmadi Siregar, menjelaskan, pembersihan lumpur di jalanan bukan bagian dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama instansinya. 

Ia menerangkan, fokus kerja DLHK sejauh ini pada program pengelolaan persampahan daerah. 

Namun, pihaknya siap memberikan bantuan bagi warga yang membutuhkan dukungan pembersihan sisa lumpur.

“Kalau misalnya ada yang mau, kami siap saja untuk gotong royong atau ngatasin, jadi kami itu programnya pengelolaan persampahan,” ujar Irwadi kepada Berauterkini, Jumat (5/6/2026).

Secara regulasi, seluruh permasalahan sampah rutin ditangani DLHK, mulai sampah harian masyarakat maupun murni dari proses alam seperti guguran daun di jalan protokol.

Terkait kondisi di lapangan, Irwadi menganalisis munculnya endapan lumpur di beberapa ruas jalan kemungkinan disebabkan tumpukan sedimen yang berasal dari proyek galian yang tidak diatasi dengan baik oleh pelaksana. 

Dampaknya, ketika intensitas hujan tinggi mengguyur, sisa sedimentasi tersebut larut dan turun mengalir ke jalan.

“Itu kalau enggak diselesaikan kemudian juga sudah menumpuk sedimennya ya enggak ngalir airnya,” katanya.

Menurutnya, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat kini sangat dibutuhkan untuk bergerak bersama lewat aksi gotong royong demi mengatasi endapan lumpur tersebut. 

Selain andil masyarakat, peran RT dan lurah sangat diperlukan untuk menggerakkan massa membersihkan tumpukan lumpur agar jalan bisa kembali dilalui dengan baik tanpa perlu khawatir terpeleset.

Dalam gotong royong tersebut, DLHK Berau menegaskan berkomitmen penuh dan siap jika dilibatkan menyukseskan pembersihan fasilitas publik itu.

“Kami itu kan kalau ada gotong royong di mana pun butuh truk pengangkutnya, baik tenaganya juga, kami juga siap,” pungkas Irwadi. (*)