BERAU TERKINI — Masalah klasik yang terus dilakukan sebagian masyarakat walaupun sudah berulang kali dikeluarkan larangan adalah perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya.

Di beberapa sudut jalan di Kota Tanjung Redeb hingga saat ini terpantau masih sering terlihat tumpukan sampah yang berserakan. 

Kondisi ini tetap terjadi meski sudah dipasang papan peringatan larangan. Salah satunya sering dijumpai di Jalan Sari Padat Karya, Kelurahan Gunung Panjang.

Plt Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah Dan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun DLHK Berau, Irwadi Ahmadi Siregar, mengungkapkan, selain di area perkotaan, jalur Poros Labanan dekat Hutan Tangap juga masih sering terlihat warga membuang sampah sembarangan.

Bahkan, ia menilai sebagian oknum yang sengaja membuang sampah mereka tepat di tepi jalan raya yang menjadi tempat lalu lalangnya banyak orang.

WhatsApp Image 2026 06 05 at 18.17.38 e1780717765600

Sehingga menyebabkan sampah-sampah tersebut menjadi berceceran di mana-mana.

“Poros Labanan juga masih banyak masyarakat yang masih belum taat untuk membuang sampahnya ke arm roll, ada juga sampah-sampah yang dibuang ke jalan,” ungkap Irwadi kepada pihak Berauterkini, Jumat (5/6/2026).

Oleh karena itu, pihaknya terus mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di wadah yang sudah disediakan, seperti fasilitas bak arm roll. 

Khusus untuk penempatan bak sampah jenis arm roll di Poros Labanan dekat Hutan Tangap sendiri, peletakannya dipastikan sudah dikoordinasikan dengan kelurahan dan kecamatan.

Ke depan, pola pengawasan lapangan akan berjalan dengan skema kerja sama terpadu antara DLHK, RT, Lurah, hingga Camat.

Tim gabungan nantinya akan bergerak melakukan edukasi sekaligus pengawasan kepada masyarakat agar selalu menjaga lingkungan dan membuang sampahnya di dalam bak arm roll.

Di Jalan Sari Padat Karya, walaupun tumpukan sampah yang sempat berserakan sudah sering dipindahkan dan dibersihkan petugas, tidak sedikit warga yang tetap membandel membuang sampah di lokasi yang sama.

“Walaupun volumenya sudah terkurang sekarang, mereka sudah terbiasa dengan lokasi yang baru itu, tapi masih ada saja masyarakat, terutama di malam hari, membuang di pinggir jalan,” keluh Irwadi.

Ia berharap ke depan seluruh elemen masyarakat bisa mematuhi regulasi untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Terlebih, fasilitas penampungan berupa arm roll berukuran besar sudah disediakan untuk warga supaya tidak ada lagi alasan membuang sampah di sembarang tempat.

“Lagi-lagi harapannya masyarakatnya taatlah untuk membuang sampah di tempat yang disediakan,” pungkas Irwadi. (*)