BERAU TERKINI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau dilaporkan menarik satu unit armada operasional dari penanganan di bawah koordinasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) tanpa alasan yang jelas.
Penarikan armada jenis unit serbu tersebut dilakukan mendadak pada Jumat (4/9/2026) malam pasca pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung.
Komandan Regu Sektor Kecamatan Sambaliung Disdamkarmat Berau, Arbainsyah, mengungkapkan, penarikan tersebut membuat pihaknya kehilangan unit utama untuk penyiraman langsung di titik api.
Saat ini, armada yang tersisa di lapangan hanya unit pendukung untuk suplai air dari Disdamkarmat dan PMI Berau.

“Jadi kita tidak ada unit dukungan untuk unit serbu untuk melakukan penanganan karhutla. Penarikan tadi malam itu tanpa alasan tertentu, padahal sifatnya unit serbu untuk penyiraman langsung,” ujar Arbainsyah kepada Berauterkini, Sabtu (5/9/2026).
Penarikan mendadak pada tengah malam itu juga memicu keprihatinan dan pertanyaan dari jajaran TNI hingga Polres yang turut menyiagakan personel penanganan karhutla di lapangan.
Arbainsyah mengaku tidak mengetahui pangkal masalah maupun potensi konflik antarinstansi di balik keputusan tersebut.
“Ada banyak timbul pertanyaan dari pihak-pihak terkait menanyakan kepada saya. Jadi saya jawab saja belum ada jawaban yang pasti. Saya tidak mengerti alasannya apa sehingga ditarik,” ungkapnya.
Dampak dari penarikan satu unit armada serbu ini dinilai sangat krusial terhadap respons cepat penanganan kebakaran.
Jika terjadi Karhutla di area rawan, seperti Kampung Gurimbang hingga kawasan PT Berau Coal, personel di lapangan kini hanya mampu memberikan bantuan berupa suplai air.
“Intinya kami maunya tetap bersinergi, tapi ke depannya harapannya jangan sampai ada dampak kepada personel di lapangan,” pungkas Arbainsyah. (*)
