BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau bersama Pemprov Kalimantan Timur memberikan apresiasi kepada PT Berau Coal dan PT Pamapersada Nusantara atas kontribusinya sebagai Orang Tua Asuh dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada peringatan Harganas 2026, Kamis (23/7/2026).

Sebagai upaya penanganan stunting di Bumi Batiwakkal, PT Berau Coal menjalankan berbagai program nyata. 

Di antaranya pelatihan 25 kompetensi dasar kader posyandu di Segah dan Teluk Bayur, bantuan nutrisi balita stunting di Kampung Inaran, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil anemia di Gunung Tabur selama 120 hari, hingga bantuan suplemen balita di RSUD dr Abdul Rivai.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan terima kasih atas kepedulian perusahaan yang konsisten mendukung pembangunan daerah, mulai dari sektor kesehatan, UMKM, hingga pengembangan SDM di 100 kampung.

“Tentu saja apa yang telah diberikan oleh Berau Coal tentu sangat memberikan manfaat untuk kami dalam jangka waktu ke depan yang sangat panjang,” ujar Sri Juniarsih.

WhatsApp Image 2026 07 23 at 15.31.13 2 e1784806750639

Sri Juniarsih berharap sinergi ini terus berlanjut demi menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Peningkatan ekonomi tetap berputar, dan tentu saja akan kembali kepada masyarakat yang lebih sejajar,” tuturnya.

Sementara itu, Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto, menjelaskan, gerakan Genting mengusung konsep kemitraan tanpa menggunakan APBD maupun APBN.

Ia memuji kesadaran dunia usaha di Berau yang aktif mengambil peran pentahelix.

“Ketika ada pentahelix, perusahaan ini sangat luar biasa. Artinya kesadaran bahwa konsep membangun sumber daya manusia yang berkualitas, itu sudah dipahami oleh teman-teman yang ada di perusahaan,” jelas Sunarto.

Sunarto berharap aksi kolaboratif Berau Coal dan PAMA dapat menginspirasi perusahaan lain di Berau untuk bergabung dalam percepatan penurunan prevalensi stunting.

“Agar semakin banyak mitra-mitra ini yang berkontribusi, sehingga mempercepat penurunan prevalensi stunting,” tutupnya. (*/Adv)