BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengantisipasi proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2027 mendatang.
Anggaran daerah diperkirakan menyusut drastis hingga hanya berkisar di angka Rp2,1 triliun, sebuah penurunan signifikan jika dibandingkan dengan postur anggaran tahun ini.
Konsekuensinya, gelombang pemangkasan dana di berbagai sektor tidak dapat dihindari demi menyesuaikan kondisi keuangan makro daerah.
Kendati demikian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau memastikan agenda-agenda festival atau acara yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat akan tetap dipertahankan.
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, menegaskan keberadaan event publik sangat krusial bagi napas perekonomian rakyat, terutama dalam membuka pasar bagi para pelaku UMKM lokal.
“Event ini kan sebenarnya membangkitkan sektor ekonomi. Kalau saya sih pasti didukung,” ungkap Nanang kepada Berauterkini, Kamis (18/6/2026).
Menurut Nanang, dampak berganda dari sebuah festival sangat besar bagi pendapatan rumah tangga masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan.
Atas dasar itulah, pihaknya bahkan tetap optimis dapat menggulirkan agenda pameran besar dalam waktu dekat.
“Bahkan insya Allah di tahun ini expo bisa kita laksanakan karena efek positifnya itu lebih besar,” jelasnya.
Meski begitu, ia tidak menampik teknis pelaksanaan di lapangan wajib beradaptasi dengan kebijakan efisiensi.
Strateginya adalah mengemas kegiatan secara kreatif agar tetap berbobot, namun dengan pembiayaan yang jauh lebih rasional.
“Kita sesuaikan keadaan lah, efisiensi segala macam, kita bentuk seperti apa, tapi tidak mengurangi kegiatan, tidak mengurangi maksud dan tujuannya,” tandas Nanang. (*)
