BERAU TERKINI – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Berau.
Salah satu yang menjadi tantangan saat ini yakni distribusi kuota BBM dari Balikpapan ke Berau.
Hal tersebut disampaikan Communication & Relation Region Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Gayuh Mustiko Jati, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Berau, Senin (7/9/2026).
Gayuh menjelaskan, distribusi BBM dari Balikpapan menuju Berau memiliki tantangan tersendiri karena jalur yang dilalui sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan alur sungai.
“Jadi kita sangat tergantung dengan faktor cuaca dan juga keandalan untuk masuk ke wilayah Berau karena melewati sungai,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi kemarau yang menyebabkan debit sungai berkurang turut menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat perjalanan kapal pengangkut BBM.
Selain itu, antrean panjang kapal di Muara Berau juga berdampak terhadap keterlambatan distribusi.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya kapal yang kandas di kawasan muara, sehingga menyebabkan antrean kapal dan menghambat kapal pengangkut BBM menuju Jobber Samburakat.
“Ini baru pertama kali kejadian juga di Berau. Sebelumnya memang tidak ada. Jadi memang salah satunya masalah sungai,” jelasnya.
Meski demikian, Pertamina memastikan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi gangguan distribusi.
Upaya tersebut dilakukan agar pasokan BBM tetap dapat diterima masyarakat Berau.
Gayuh mengatakan, Pertamina sebelumnya juga telah menyalurkan BBM dari Samarinda sebagai langkah alternatif.
Namun, jarak yang cukup jauh membuat Pertamina turut mempertimbangkan opsi pasokan dari wilayah Kalimantan Utara, termasuk Tarakan.
“Memang itu menjadi salah satu langkah yang dilakukan oleh Pertamina untuk mengoptimalisasi penyaluran,” katanya.
Ia menambahkan, penyaluran dari Kalimantan Utara juga akan menggunakan jalur laut dengan jenis kapal yang berbeda.
Pertamina optimistis, alternatif tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan BBM di Berau.
Di sisi lain, Gayuh memastikan tambahan pasokan BBM akan kembali masuk ke Berau.
Kapal dari Balikpapan dijadwalkan tiba pada Senin malam untuk menambah stok yang tersedia, kemudian akan disusul kedatangan kapal berikutnya.
“Artinya Pertamina selalu memastikan melakukan penyaluran. Kalau ada kendala di lapangan, itu sesuatu yang sama-sama tidak kita harapkan. Tapi kalau terjadi, pasti kita akan optimalkan,” jelasnya.
Pertamina juga menekankan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Berau dan seluruh pihak terkait agar proses distribusi BBM dapat berjalan lebih lancar.
“Pada prinsipnya, koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah pasti akan terus dilakukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pertamina juga meluruskan terkait adanya usulan kuota BBM yang dinilai tidak sesuai dengan realisasi kebutuhan di lapangan.
Gayuh menjelaskan, penetapan kuota BBM bukan merupakan kewenangan Pertamina, melainkan berada di bawah kewenangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
“Pada intinya Pertamina selalu mendukung upaya yang dilakukan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat karena tujuannya untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)
