BERAU TERKINI – DPUPR Berau menargetkan pemeliharaan jembatan Sei Bataan segera rampung.
Mengantisipasi ancaman peningkatan debit air saat musim hujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau bergerak cepat melakukan pemeliharaan Jembatan Sei Bataan di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-biduk.
Pemeliharaan ini difokuskan pada bagian bawah jembatan yang bersentuhan langsung dengan aliran air.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar, terutama saat curah hujan meningkat yang diperkirakan terjadi pada Desember mendatang.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan melalui Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Benny Sepriady Panjaitan, mengatakan, pekerjaan pemeliharaan sudah mulai dikerjakan di lapangan.
Menurutnya, bagian yang menjadi sasaran penanganan merupakan komponen berbentuk kotak atau box di bawah jembatan.
Pemeliharaan ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan aliran air ketika debit meningkat.
“Sudah action, karena kalau lambat pemeliharaan khawatir ketika debit air besar, berdampak tidak bagus pada jembatan,” katanya, Minggu (1/11/2026).
Benny menjelaskan, pekerjaan tersebut bukan perbaikan terhadap struktur utama jembatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, konstruksi utama Jembatan Sei Bataan masih dalam kondisi aman.
“Kami targetkan pemeliharaan dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga minggu. Semoga tidak ada kendala di lapangan,” jelasnya.

Selama proses pengerjaan, jembatan tetap dapat dilalui kendaraan. Sebab, aktivitas pemeliharaan tidak menyentuh bagian struktur utama yang berpengaruh terhadap keamanan konstruksi.
Meski demikian, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati dan memperhatikan aktivitas pekerja di sekitar lokasi.
Tak hanya fokus pada pemeliharaan jembatan, DPUPR Berau juga menyiapkan rencana peningkatan kualitas akses menuju Jembatan Sei Bataan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah, jalan pendekat atau oprit jembatan sepanjang kurang lebih 500 meter.
“Itu kami usulkan dan Insyaallah masuk dalam penganggaran 2027. Adapun opsi pengerjaannya berupa pengerasan menggunakan aspal maupun beton,” terangnya.
Benny menjelaskan, peningkatan jalan pendekat diperlukan agar akses kendaraan menuju dan dari jembatan menjadi lebih nyaman serta aman.
Terlebih, jalur tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat Kampung Teluk Sumbang dan wilayah sekitarnya.
“Kami ingin fungsi Jembatan Sei Bataan tetap terjaga, dan mampu menunjang konektivitas masyarakat di kawasan pesisir selatan Berau,” pungkasnya.
