TANJUNG REDEB – Pasca amrol alias wadah sampah ditarik dari lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Jalan Mangga III ujung RT 03 Kelurahan Gayam, Kabupaten Beraupada akhir tahun lalu, kini sampah kembali menumpuk dan berserakan di kawasan tersebut, tanpa diketahui asal muasalnya.

Padahal di lokasi itu, warga telah memasang beberapa peringatan larangan untuk membuang sampah di tempat bekas amrol tersebut.

Bahkan, pelaku pembuang sampah sembarangan itu, diancam akan diviralkan melalui CCTV yang teletak di rumah penduduk sekitar. Kondisi itu tentu membuat resah warga setempat.

Iman, salah seorang warga yang bermukim sejak setahun belakangan ini, mengatakan aktivitas warga yang membuang sampah secara sembarangan tersebut sulit dideteksi.

Sebab, aktivitas terlarang itu biasanya dilakukan pada malam hari, saat para warga sedang tertidur lelap, sehingga sukar memantau secara pasti oknum yang membuang sampah tersebut.

“Ini sudah hampir tiga mingguan sampah kembali menumpuk, Mas. Sulit juga memang ditangkap pakai CCTV oknumnya itu,” ujar Iman, Senin (5/2/2024).

Dijelaskan, sekira hampir sebulan pertama amrol dipindahkan ke Gunung Tabur, kondisi sampah yang tertumpuk di bekas lokasi TPS itu masih nampak bersih.

Sebab, di depan pintu masuk Jalan Mangga III Ujung tersebut, dipasangi tanda larangan membuang sampah.

Setelah dipindah ke titik TPS, justru kondisi itu berlaku sebaliknya. Sebab, para oknum pembuang sampah itu justru malah membuang kembali ke titik eks TPS yang secara jelas tanpa amrol.

“Padahal sudah jelas larangannya. Oknum ini memang tidak ada pengertiannya,” keluh Iman, yang diamini warga lainnya.

Sementara, dikonfirmasi terkait persoalan itu, Lurah Gayam Purwawijoyo, menyatakan akan menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.

Catatan soal sampah itupun, disebut sebagai keluhan yang diterima saat awal menjadi lurah di Gayam.

“Ini akan kami tindaklanjuti, Mas. Karena saat awal saya mimpin juga sudah terima keluhan soal sampah ini,” ungkap Lurah yang pekan ini termasuk dalam pekan kedua menjabat lurah pasca pelantikan pada awal Januari 2024 lalu.

Purwawijoyo berkomitmen untuk melakukan tinjauan lapangan demi memastikan persoalan sampah di lokasi tersebut. Ke depan pihaknya bakal meminta pihak dinas terkait untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ini kerjanya memang lintas sektor. Kami belum bisa menuduh oknum mana yang melakukan itu. Yang jelas, kami harus tinjau lapangan dulu,” katanya.

Pihaknya menyayangkan dengan sikap oknum yang sepertinya tidak inngin bekerja sama dengan warga sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Padahal, menurutnya, sudah ada skema pembayaran iuran kebersihan yang dapat memastikan sampah warga diangkut setiap hari.

“Kalau mau buang sampah jangan di lokasi itu, ada juga TPS terdekat di Jalan Milono,” ujarnya menyarankan.

Sebagai informasi, dalam pemberitaan sebelumnya dikabarkan bahwa amrol yang pernah diletakkan di lokasi tersebut dipindah ke Gunung Tabur.

Setelah banyak warga yang melayangkan protes atas keberadaan amrol yang kerap menjadi tempat sampah yang menggunung. (*)

Reporter : Sulaiman

Editor : s4h