BERAU TERKINI – Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau dipastikan belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau. 

Hingga kini, jarak pandang (visibility) di area bandara masih berada dalam batas aman, baik untuk proses take-off maupun landing.

Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, menjelaskan, berdasarkan laporan BMKG, jarak pandang di area bandara berkisar antara 5.000 hingga 10.000 meter.

Angka tersebut jauh di atas batas aman minimal operasional bandara.

“Untuk jarak pandang atau visibility minimal untuk pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Kalimarau untuk take off 1.600 meter dan landing 3.500 meter,” ungkap Patah kepada Berauterkini, Jumat (14/8/2026).

Guna mengantisipasi perubahan cuaca mendadak, pihak bandara terus mengintensifkan pemantauan dan koordinasi rutin bersama BMKG.

“Kami koordinasi intens dengan BMKG Bandara Kalimarau,” terangnya.

Selain memantau udara, pihak bandara juga menyiagakan armada pemadam kebakaran internal untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api di sekitar kawasan bandara.

“Memonitor dan mencegah kebakaran di sekitaran bandara dengan stand by kendaraan pemadam kebakaran Bandara Kalimarau,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menambahkan, pantauan sensor visibility yang terpasang tepat di landasan pacu (runway) menunjukkan kondisi yang stabil sejak pagi hari.

“Dari sensor visibility yang terpasang di runway Bandara Kalimarau, jarak pandang teramati pagi hari jam 07.00–09.00 WITA dari 5–6 km,” pungkas Ade. (*)