BERAU TERKINI – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Sanggam Adji Dilayas pada Rabu (3/11/2026) malam menghanguskan sedikitnya 29 dari 34 kios serta rumah warga.
Bangunan petak warung yang lapuk dan rapuh disinyalir menjadi penyebab kobaran api menyebar dengan cepat di lokasi kejadian.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menuturkan, saat meninjau lokasi kebakaran semalam, ia menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait penanganan awal.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah fasilitas hydrant pasar yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga membutuhkan perbaikan mendesak.

Gamalis menegaskan, selain percepatan perbaikan, langkah edukasi cara pengoperasian hydrant kepada masyarakat dan pedagang pasar juga menjadi hal yang sangat penting.
“Perbaikan hydrant sekaligus dengan edukasi pembelajaran penggunaan hydrant itu juga harus bersamaan,” ungkap Gamalis, Kamis (5/11/2026).
Mengingat Pasar Sanggam Adji Dilayas merupakan salah satu pusat aktivitas publik terbesar, pemerintah daerah berkomitmen tidak hanya memperbaiki unit yang rusak, tetapi juga menambah jumlah armada hydrant.
Untuk mencegah fasilitas tersebut kembali rusak akibat jarang dipakai, Gamalis menyarankan pemanfaatan hydrant secara berkala untuk kegiatan perawatan lingkungan pasar.
“Harusnya itu digunakan terus jangan hanya untuk memadam kebakaran. Bisa jadi hydrant itu untuk membersihkan pasar,” ujarnya.
Fasilitas pemadam tersebut dapat difungsikan untuk membilas dan membersihkan sisa-sisa limbah sayur-mayur pedagang agar sarana tetap terawat serta siap pakai saat darurat.
Di samping pembenahan hydrant, Gamalis juga mengimbau penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap kios sebagai bentuk antisipasi dini sebelum petugas pemadam tiba di lokasi kejadian.
“Harapannya ke depan ini kita sudah harus mensosialisasikan, sebaiknya semua kios itu memiliki APAR, biar kecil tapi ada,” tambahnya.
Langkah preventif ini akan menjadi fokus perhatian pemerintah daerah agar musibah serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang.
“Itu salah satu prioritas saya kira terkait dengan pengadaan APAR dan hydrant,” pungkasnya. (*)

