BERAU TERKINI — Perjuangan mengawal alokasi anggaran untuk pembangunan dan pengembangan Rumah Sakit Baru di Kabupaten Berau, yakni RSUD Tanjung Redeb, mulai menunjukkan titik terang. 

Dukungan pendanaan untuk RSUD Tanjung Redeb dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus diperjuangkan agar fasilitas kesehatan tersebut dapat segera beroperasi melayani masyarakat.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, menyatakan, koordinasi intensif telah dilakukan sejak awal proses perencanaan anggaran bersama Bupati Berau serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Kebutuhan anggaran untuk RSUD Tanjung Redeb dinilai sangat mendesak sehingga diperjuangkan secara konsisten, baik dalam forum Musrenbang RKPD Kabupaten Berau maupun Musrenbang Provinsi Kaltim.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah. (Diva/BT)
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah. (Diva/BT)
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah.

Syarifatul menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan alokasi anggaran tersebut dalam setiap pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kaltim. 

Pembahasan yang berlangsung intensif mulai membuahkan hasil positif bagi pemenuhan kebutuhan fasilitas kesehatan di Berau.

“Alhamdulillah, dalam rapat Badan Anggaran bersama TAPD yang berlangsung tadi malam, sudah mulai terlihat titik terang. Proposal yang disampaikan oleh Ibu Bupati Berau terkait kebutuhan anggaran untuk rumah sakit baru akan kami perjuangkan secara serius. Insya Allah, terdapat peluang alokasi anggaran sebesar Rp150 miliar pada tahun anggaran 2027 untuk mendukung kebutuhan rumah sakit tersebut,” ujar Syarifatul, Rabu (4/11/2026).

Atensi dari Pemprov Kaltim juga terlihat saat Gubernur Rudy Mas’ud meninjau langsung lokasi RSUD Tanjung Redeb beberapa waktu lalu. 

Momen tersebut menjadi sinyal kuat bahwa penyelesaian sarana kesehatan ini menjadi perhatian serius di tingkat provinsi.

Syarifatul berharap Pemkab Berau dapat segera menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi serta kelengkapan teknis yang dibutuhkan agar proses pencairan anggaran berjalan tanpa kendala.

“Bagi saya, perjuangan ini bukan sekadar memperjuangkan angka dalam APBD, tetapi bagaimana menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih dekat, dan lebih memadai bagi masyarakat Berau,” tuturnya.

Ia menekankan, sektor kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama di tengah efisiensi anggaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses pelayanan medis yang layak.

“Insya Allah, kami akan terus mengawal perjuangan ini sampai anggarannya terealisasi dan rumah sakit tersebut benar-benar dapat beroperasi untuk kepentingan masyarakat Berau,” tegasnya.

Sinergi antara Pemkab Berau, Pemprov Kaltim, dan DPRD Kaltim diharapkan dapat mempercepat pengoperasian RSUD Tanjung Redeb, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan secara nyata oleh seluruh warga Berau. (*)