BERAU TERKINI – Pameran foto ‘Berau dalam Gambar’ ditutup dengan talkshow bertema “Sampah Bernilai, Wisata Lestari”
Talkshow ini membahas pentingnya pengelolaan sampah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pariwisata di Kabupaten Berau.
Wabup Berau, Gamalis, yang hadir sebagai narasumber menyoroti sejumlah tantangan pengelolaan sampah, terutama di kawasan pulau-pulau kecil dan destinasi wisata.
Keterbatasan infrastruktur, jarak geografis, serta tingginya biaya pengangkutan sampah menjadi persoalan yang perlu ditangani secara serius.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan yang mengangkut sampah dari rumah warga menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
Edukasi dan perubahan pola pikir masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya juga menjadi kunci.
“Banyak hal yang menjadi tantangan kita. Pertama infrastruktur, kemudian jarak geografis wisata kita, sehingga ada keterbatasan TPA dan infrastruktur. Dan paling penting mungkin pola pikir dari masyarakat Kabupaten Berau,” ujarnya.

Gamalis juga mencontohkan sampah kiriman yang masuk melalui muara di kawasan Labuan Kelambu, Biduk-Biduk.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sampah yang tidak tertangani dengan baik berpotensi mencemari kawasan pesisir dan laut, sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjaga kebersihan destinasi wisata Berau.
Talkshow ini turut menghadirkan Fatimah dari organisasi World Wide Fund for Nature (WWF) serta Noviliana, Ketua RT 8 Karang Ambun sekaligus inisiator Bank Sampah Mapan.
Diskusi dipandu Vivi Suviani dengan pembahasan seputar konservasi ekosistem bahari, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta inovasi pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain diskusi, kegiatan juga diisi demonstrasi pengolahan limbah plastik menjadi gantungan kunci oleh Bank Sampah Mapan.
Sejumlah pelajar SMP dan SMA sederajat turut terlibat dalam praktik langsung sebagai upaya menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.
Melalui talkshow ini, penutupan Pameran Berau dalam Gambar tidak hanya menjadi ruang refleksi perjalanan daerah melalui karya fotografi, tetapi juga mengajak masyarakat mengambil tindakan nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan pariwisata Kabupaten Berau.(Adv)

