BERAU TERKINI – Deretan foto lawas yang merekam wajah Kabupaten Berau sejak era 1980-an hingga saat ini bukan sekadar potret masa lalu.

Di balik setiap gambar, tersimpan rekam jejak perubahan daerah yang dapat menjadi acuan untuk menentukan arah pembangunan ke depan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka Pameran Foto 73 Tahun Berau dalam Gambar. 

Kegiatan yang bakal berlangsung pada 29-31 Oktober 2026 di Story Mount Cafe itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Kabupaten Berau.

Menurut Sri Juniarsih, dokumentasi visual memiliki peran penting dalam merekam perjalanan daerah, termasuk berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan. 

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka dan melihat-lihat Pameran Foto 73 Tahun Berau Dalam Gambar di Story Mount Cafe, Kamis (29/10/2026).
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka dan melihat-lihat Pameran Foto 73 Tahun Berau Dalam Gambar di Story Mount Cafe, Kamis (29/10/2026).

Foto-foto tersebut juga dapat menjadi pengingat terhadap pekerjaan yang belum terselesaikan dan perlu dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.

Ia menegaskan, keberlanjutan pembangunan seharusnya tidak bergantung pada siapa yang memimpin daerah. 

Program yang masih dibutuhkan masyarakat perlu tetap menjadi perhatian agar pembangunan berjalan secara berkesinambungan.

“Siapa pun kepala daerahnya, program pembangunan yang berkelanjutan harus tetap dilaksanakan. Foto-foto ini bisa menjadi acuan untuk melanjutkan pembangunan yang mungkin belum selesai,” ujarnya.

Bagi Sri Juniarsih, pameran tersebut tidak hanya menghadirkan nostalgia tentang wajah Berau pada masa lampau.

Tetapi juga membuka ruang refleksi untuk melihat sejauh mana perubahan telah terjadi dan apa saja yang masih perlu dibenahi.

Melalui dokumentasi dari berbagai periode, masyarakat dapat membandingkan perkembangan infrastruktur, kehidupan sosial, budaya, hingga potensi pariwisata daerah.

“Rekam jejak tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ingatan kolektif kuta sekaligus memahami perjalanan pembangunan Bumi Batiwakkal,” terangnya.

Di sisi lain, ia menilai fotografer dan insan media memiliki kontribusi besar dalam memperkenalkan sejarah daerah kepada masyarakat luas.

Pameran yang difasilitasi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Berau ini menghadirkan karya dari 20 fotografer lokal. 

Koleksi yang ditampilkan berasal dari berbagai sumber, dengan komposisi 70 persen arsip pribadi masyarakat, 20 persen dokumentasi Prokopim, dan 10 persen arsip media lokal.

Beragam foto yang dipamerkan merekam perjalanan Berau dari masa ke masa, mulai dari perkembangan pembangunan dan infrastruktur, kehidupan masyarakat, kekayaan budaya, hingga keindahan objek wisata.

“Selain menjadi ruang apresiasi bagi para fotografer lokal, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk mengenal sejarah dan melestarikan identitas daerah,” ungkapnya.

Pameran 73 Tahun Berau dalam Gambar terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya masuk. 

Pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah kegiatan pendukung, mulai dari sesi berbagi inspiratif, pertunjukan monolog, hingga diskusi seputar dunia fotografi.

Melalui pameran ini, perjalanan Berau tidak hanya dikenang melalui gambar, tetapi juga diharapkan menjadi pijakan untuk melihat masa depan. 

Sebab, memahami apa yang telah dilalui merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan daerah terus berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat. (*/Adv)