BERAU TERKINI – Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, terampil, dan mandiri. 

Tidak hanya membekali kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan, Pramuka juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap berkontribusi dalam pembangunan serta mengoptimalkan potensi daerah.

Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Berau, Sri Juniarsih Mas, mengajak, anggota Pramuka untuk ambil peran dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui penguatan keterampilan, inovasi, dan kemandirian generasi muda.

“Kecintaan terhadap sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan juga perlu ditumbuhkan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sesuai potensi masing-masing daerah,” ucap Sri Juniarsih saat menjadi pembina upacara sekaligus membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Senin (26/10/2026).

Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama anggota Kwarcab Pramuka Berau di Halaman Kantor Bupati Berau, Senin (26/10/2026).
Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama anggota Kwarcab Pramuka Berau di Halaman Kantor Bupati Berau, Senin (26/10/2026).

Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan. 

Melalui kegiatan kepramukaan, generasi muda didorong untuk tidak hanya memiliki karakter yang kuat, tetapi juga mengembangkan kemampuan praktis yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi Kabupaten Berau, pembentukan generasi muda yang kreatif dan mandiri menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan potensi daerah.

“Kekayaan sumber daya alam, sektor perikanan, pertanian, perkebunan, hingga pariwisata membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan,” jelasnya.

Pramuka juga diharapkan menjadi salah satu wadah pembinaan untuk menumbuhkan semangat tersebut. 

Generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu melihat peluang, mengembangkan kreativitas, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah sesuai minat dan keterampilan yang dimiliki.

Pesan pembinaan itu juga tercermin dalam berbagai penampilan yang mengisi rangkaian apel. 

Saka Bakti Husada Ranting Biatan, misalnya, memperagakan pertolongan pertama pada gawat darurat (PPGD) dan senam cuci tangan.

Peragaan tersebut memperlihatkan kegiatan Pramuka dapat menjadi sarana pembelajaran keterampilan yang aplikatif.

“Selain melatih kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat,” tuturnya.

Keterampilan, kedisiplinan, dan kerja sama juga ditunjukkan melalui penampilan Kolone Tongkat oleh anggota Pramuka Penggalang dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 5 Tanjung Redeb, serta SMP Negeri 1 Pulau Derawan.

Gerakan yang terkoordinasi, formasi yang teratur, dan kekompakan peserta menjadi gambaran penerapan nilai-nilai kepramukaan dalam membangun ketangkasan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.

Kegiatan ini sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Berau. (*/Adv)