BERAU TERKINI – Presiden Prabowo meminta aparat penegak hukum menindak korporasi penyebab karhutla.

Presiden Prabowo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dalam rapat itu, menteri, wakil menteri di Kabinet Merah Putih serta kepala badan hingga Wantimpres hadir.

Presiden Prabowo turut menyinggung kondisi karhulta hari ini yang terjadi di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Menurutnya, kondisi karhutla hari ini lebih banyak disebabkan oleh oknum hingga aksi korporasi. Presiden Prabowo menyebut pelaku karhutla sebagai terorisme lingkungan.

Presiden Prabowo pimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pemerintahan (YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo pimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pemerintahan (YouTube/Sekretariat Presiden)

Karena itu dirinya meminta aparat penegak hukum untuk segera menindak pelaku karhutla.

“Ternyata hasil penyelidikan kita di lapangan, fenomena karhutla tidak semata-mata alamiah, ada campur tangan manusia,” kata Presiden Prabowo dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

“Saya minta Kepolisian, Kejaksaaan, Kementerian Kehutanan, dibantu TNI, dibantu intelejen, untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi ikut bertanggung jawab,” tegasnya.

“Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar, yang bisa kita anggap ini terorisme lingkungan, kejahatan terhadap kemanusiaan,” jelasnya.

Presiden Prabowo menekankan, kini pemerintahannya fokus menangani karhutla. Dia menegaskan akan menindak korporasi yang terbukti melanggar dengan mencabut izin usaha.

Petugas sedang memadamkan api di Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur. (Dok. Polres Berau)
Petugas sedang memadamkan api di Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur. (Dok. Polres Berau)

“Karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita, kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita sekarang masif menangani itu,” ujarnya.

“Kita juga mengusut sampai tuntas, dan kali ini maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja, kalau bukti sudah jelas kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar,” tegasnya.

Lebih jauh, Presiden Prabowo menyebut ada peran negara lain dalam kasus karhutla di Indonesia. Meski demikian, dirinya tak mengungkap negara mana yang dimaksud.

“Dan bagi negara-negara tertentu yang suka menghina Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan,” ujarnya.

“Saudara-saudara bangsa Indonesia bangsa yang santun, bangsa yang sabar, bangsa Indonesia sering dihina, tapi bangsa Indonesia percayalah tidak mau diganggu terus menerus dan bangsa Indonesia tidak bisa dihentikan,” lanjutnya.