BERAU TERKINI – Kader Partai Gerindra berharap Presiden Prabowo mengevaluasi Menhut Raja Juli Antoni.

Situasi karhutla dan kabut asap di Indonesia belum menunjukan tanda akan berakhir.

Bahkan kondisi kabut asap semakin memburuk dan berdampak ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Di tengah situasi itu, Partai Gerindra menyoroti kinerja dari Menhut Raja Juli Antoni.

Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau karhutla di Berau (Zuhrie/BT)
Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau karhutla di Berau (Zuhrie/BT)

Dilansir laporan inilah.com, Jubir Partai Gerindra Kamrussamad berharap Presiden Prabowo bisa mengevaluasi Menhut Raja Juli Antoni.

Dia beralasan penanganan karhutla oleh Kemenhut di bawah pimpinan Raja Juli Antoni tak optimal.

“Karena itu saya menilai memang kita perlu mengusulkan kepada Presiden untuk mengevaluasi secara sungguh-sungguh Menteri Kehutanan,” kata Kamrussamad dikutip dari laporan inilah.com

“Sangat perlu dievaluasi. Jadi saya merespons sangat serius tentang, kalau benar presiden ingin mengganti, ya kita semua aminkan,” tambahnya.

Pesawat Hercules TNI AU dikerahkan untuk angkut dry ice guna padamkan api karhutla (Instagram/@militer.udara)
Pesawat Hercules TNI AU dikerahkan untuk angkut dry ice guna padamkan api karhutla (Instagram/@militer.udara)

Penanganan Masif

Sebelumnya diberitakan, pemerintah pusat memutuskan untuk meningkatkan penanganan kabut asap dan karhutla menjadi lebih masif.

Menko Polkam Dudung Abdurachman mengatakan, Presiden Prabowo meminta penanganan karhutla lebih masif.

“Disampaikan juga perintah presiden agar lebih masif kembali, pengerahan petugas, baik TNI Polri Dinas Kehutanan maupun masyarakat, ini harus secara masif dan segera,” kata Dudung Abdurachman dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Dia menyebut, kini operasi udara untuk penggunaan teknologi dry ice dilakukan guna meningkatkan awan hujan.

Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga meminta aparat penegak hukum menindak korporasi yang terbukti menjadi penyebab karhutla.

“Tadi diperintahkan juga kepada Panglima TNI dry ice, yang sebelumnya menggunakan pesawat Cassa sekarang menggunakan pesawat Hercules, artinya ini sudah ada operasi udara untuk penanganan karhutla,” ujarnya.

“Kemudian ada beberapa korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan nanti disampaikan langsung oleh Kapolri,” jelasnya.

Konferensi pers Menko Polkam Dudung Abdurachman (YouTube/Sekretariat Presiden)
Konferensi pers Menko Polkam Dudung Abdurachman (YouTube/Sekretariat Presiden)

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut saat ini Bareskrim Mabes Polri tengah menangani 98 kasus terkait karhutla.

Dia menyebut penetapan tersangka akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Per hari dari Bareskrim Polri dari 98 LP naik sidik ada 98 kasus terkait korporasi, terkait dengan korporasi yang saat ini berjalan ada 98 kasus,” kata Suyudi Ario Seto.

“Penyidik masih mengumpulkan alat-alat bukti, dan dalam waktu dekat pastinya kita akan menetapkan para tersangka baik pemilik lahan maupun pemegang sahamnya,” jelasnya.