BERAU TERKINI – Manchester City belum mendapatkan sanksi atas dakwaan pelanggaran FFP, namun sejumlah klub Liga Inggris mulai memberi tekanan.
Manchester City didakwa bersalah dalam kasus penipuan laporan keuangan dan melanggar regulasi Financial Fair Play (FFP) Liga Inggris.
Meski sudah didakwa bersalah, namun Manchester City belum mendapatkan sanksi.
Pihak klub pun sudah menyatakan banding atas dakwaan yang dikeluarkan Komite Independen Liga Inggris.
Laporan terbaru dari Inggris menyebutkan, sejumlah klub Liga Inggris mendukung upaya mengusir Manchester City dari liga.
Manchester City juga didesak untuk dikenakan sanksi larangan transfer dan kembali berkompetisi minimal dari kasta keempat liga.
“Ada dorongan kuat dari klub-klub untuk mengeluarkan Manchester City dari Liga Inggris, dan menolak Manchester City bermain di divisi dua dan tiga,” tulis laporan Transfer Cast.
“Ada juga dorongan untuk mencabut status investor utama Manchester City dari UEA sebagai pemilik klub,” lanjutnya.

Sulitnya Sanksi Berat
Di sisi lain, sebelumnya diberitakan, Manchester City diragukan bakal mendapat sanksi berat usai dinyatakan bersalah langgar FFP.
Komite Independen Liga Inggris menyatakan Manchester City bersalah dalam dakwaan melanggar aturan financial fair play atau FFP.
Dari 115 dakwaan yang dituduhkan kepada Manchester City, Komite Independen menyatakan Manchester City bersalah dalam semua dakwaan.
Meski demikian belum ada sanksi dari Liga Inggris soal Manchester City. Pihak Manchester City juga secara resmi mengajukan banding atas putusan Komite Independen.
Laporan dari Inggris menyebutkan, Manchester City diprediksi tak akan menerima sanksi berat seperti pencabutan gelar juara hingga degradasi.
Pasalnya keberadaan Manchester City dan pemiliknya yakni pebisinis asal UEA sangat dibutuhkan oleh Inggris.
Bahkan hubungan bilateral antara Inggris dengan UEA akan berdampak serius jika pihak Liga Inggris memutuskan untuk memberi sanksi berat kepada Manchester City.
“Pihak UEA mengabarkan Perdana Menteri Inggris dan mengancam akan menarik investasi keluar Inggris jika sanksi berat diberikan kepada Manchester City,” tulis laporan Telegraph.
Sejak dibeli oleh pengusaha asal UEA, Manchester City memang bergeliat menjadi klub raksasa.
Dalam waktu kurang dari satu dekade, Manchester City turut berkontribusi terhadap ekonomi lokal Inggris khususnya di wilayah Manchester.
“Investasi UEA di Manchester City berdampak pada pembangunan rumah baru di area Manchester, penciptaan lapangan kerja baru, hingga rencana pembangunan hotel dan area komersial,” lanjutnya.
Karena itu putusan berat dari Liga Inggris kepada Manchester City akan berdampak langsung kepada keuangan dan juga ekonomi lokal Inggris.
