BERAU TERKINI — Kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar kawasan Bandara Kalimarau, Berau, menunjukkan tren perbaikan di tengah masih maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. 

Berdasarkan citra sebaran asap per 3 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, partikel asap terpantau menyebar di sejumlah provinsi, meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur.

Pergerakan asap dominan mengarah ke Barat hingga Barat Laut seiring pola tiupan angin dari arah Timur–Tenggara.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan, meskipun peta sebaran asap secara makro dari citra satelit belum secara spesifik mendeteksi titik tebal di wilayah Berau, kabut asap tipis masih teramati di sekitar area Bandara Kalimarau. 

Kendati demikian, jarak pandang terpantau mulai beranjak normal dan menunjukkan peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya.

“Asapnya teramati di bandara, untuk pusat atau titik kebakaran lahannya coba di-cross check ke BPBD,” ungkap Ade Heryadi kepada Berauterkini, Sabtu (3/10/2026).

Pada pengamatan pagi hari ini, jarak pandang di sekitar bandara tercatat berada di angka 4.500 meter. 

Angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup baik jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya yang sempat menyentuh angka 3.500 meter akibat tertutup kabut.

Ade menambahkan, data rinci mengenai sebaran wilayah spesifik sumber asap saat ini masih berfokus pada pantauan meteorologi di area penerbangan. 

Meski demikian, perbaikan jarak pandang ini memberikan angin segar bagi aktivitas transportasi udara di Berau.

“Pagi ini trennya membaik dari jam sebelumnya 3.500 meter. Belum dapat laporan lengkapnya, kondisi asap yang kami laporkan di atas untuk area Bandara Kalimarau,” jelasnya. (*)