BERAU TERKINI — Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Berau menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan.
Berdasarkan rilis data kependudukan bersih Semester I 2026 yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), jumlah total penduduk Berau kini telah mencapai 312.550 jiwa.
Angka tersebut mengalami penambahan sebanyak 4.530 jiwa apabila dibandingkan dengan data Semester II 2025 yang tercatat sebanyak 308.020 jiwa.
Dari total penduduk saat ini, komposisi penduduk laki-laki masih mendominasi dengan angka 165.922 jiwa, sementara perempuan tercatat 146.628 jiwa.
Secara sebaran wilayah, Kecamatan Tanjung Redeb masih menjadi kawasan dengan konsentrasi penduduk terbanyak yakni mencapai 79.826 jiwa.
Sebaliknya, wilayah Kecamatan Maratua tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk paling sedikit, yakni sebanyak 4.112 jiwa.
Ditinjau dari struktur usia, demografi Berau didominasi oleh kelompok usia produktif rentang 15-64 tahun yang mencapai 218.341 jiwa.
Disusul kelompok usia muda atau anak-anak 0-14 tahun sebanyak 83.154 jiwa, serta penduduk lanjut usia di atas 65 tahun sebanyak 11.055 jiwa.
Adapun dari status perkawinan, tercatat sebanyak 162.417 jiwa berstatus belum kawin, 135.367 jiwa berstatus kawin, 5.801 jiwa cerai hidup, dan 8.965 jiwa cerai mati.
Selain itu, jumlah penduduk yang masuk dalam kategori wajib Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), meliputi warga berusia di atas 17 tahun atau yang sudah menikah, berjumlah 217.935 jiwa, di mana sebanyak 215.453 jiwa di antaranya telah tuntas melakukan perekaman data.
Pertumbuhan penduduk yang berjalan secara moderat dengan struktur yang didominasi usia produktif ini menuntut adanya perhatian serius terhadap pemerataan pembangunan di setiap kecamatan.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pramuji, menjelaskan, lonjakan angka kependudukan pada periode Januari hingga Juni 2026 tergolong tinggi jika dikomparasikan dengan kabupaten dan kota lain di wilayah Kalimantan Timur.
“Dibandingkan kabupaten kota di Kaltim, Berau ini cukup tinggi di mana per semesternya 4.500-an,” ungkap David kepada Berauterkini.
Ia menambahkan, dalam kurun waktu satu tahun, laju pertambahan penduduk di Berau bahkan berpotensi menembus angka 10.000 jiwa.
Tingginya angka migrasi dan mobilitas penduduk tersebut tidak terlepas dari daya tarik sektor ekonomi daerah yang terus bergerak dinamis.
“Hal ini dipicu dari beberapa faktor, ada faktor ekonomi, kemudian juga faktor kebijakan pemerintah dan faktor mobilisasi penduduk yang jadi pengaruh utamanya,” pungkasnya. (*)
