BERAU TERKINI – Kontingen Kabupaten Berau mengancam batal bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 jika pemerintah daerah tidak segera memberikan kejelasan anggaran.
Ancaman tersebut menjadi salah satu poin utama dalam rapat koordinasi yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau bersama seluruh cabang olahraga calon peserta kontingen Berau, Rabu (16/9/2026).
Dalam rapat itu, seluruh cabor menyatakan tetap memiliki komitmen untuk mengikuti Porprov Kaltim 2026 sebagai bentuk tanggung jawab membawa nama Kabupaten Berau.
Namun, komitmen tersebut bergantung pada anggaran yang diberikan Pemkab Berau.

Anggaran tersebut dibutuhkan untuk membiayai akomodasi, perlengkapan pertandingan, transportasi, serta uang saku atlet, pelatih dan ofisial selama di Kabupaten Paser yang menjadi lokasi turnamen.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, menegaskan, kontingen tidak dapat berangkat tanpa dukungan anggaran yang jelas.
“Kita prinsipnya ingin mengikuti Porprov karena ini tanggung jawab kita di bidang olahraga. Tetapi, kontingen juga membutuhkan biaya untuk akomodasi, perlengkapan pertandingan, dan uang saku,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila hingga pelaksanaan Porprov tidak ada kepastian anggaran, seluruh cabor di kontingen Berau menyatakan sikap untuk tidak bertanding.
“Kalau anggarannya tidak jelas, kontingen Berau memutuskan batal bertanding dan tidak berpartisipasi di Porprov,” tegas Taupan.
Menurut Taupan, ancaman batal bertanding bukan tanpa alasan.
Selama ini, sejumlah cabor telah menjalankan persiapan dan pemusatan latihan (TC) secara mandiri.
Meskipun, kebutuhan dasar kontingen belum mendapatkan kepastian dukungan dari pemerintah daerah.
“Jangan sampai atlet sudah latihan maksimal, tetapi pada akhirnya tidak dihargai. Selama ini, TC juga dilakukan secara mandiri dan tidak ada bantuan suplemen,” ungkapnya.
Untuk mendapatkan kepastian, seluruh cabor yang tergabung dalam kontingen Berau berencana meminta rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Berau.
Mereka juga meminta Bupati atau Sekretaris Kabupaten Berau selaku ketua kontingen bersama OPD untuk hadir agar memberikan keputusan mengenai dukungan anggaran.
“Kami akan meminta hearing dengan DPRD Berau. Kepala daerah, Sekda Berau, dan OPD terkait harapannya juga hadir,” katanya.
Selain biaya keberangkatan dan kebutuhan selama pertandingan, para peserta Kontingen Berau juga meminta, pemerintah daerah memberikan jaminan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali pada Porprov 2026.
“Bonus juga diberikan kepada pelatih dan ofisial dengan besaran paling tidak setara dengan bonus pada Porprov 2022,” paparnya.
Taupan berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi agar ancaman batal bertanding tidak benar-benar terjadi.
Kendati demikian, Taupan meminta seluruh cabor untuk tetap solid sembari menunggu kejelasan anggaran.
“Kami berharap ada solusi yang jelas terhadap persoalan ini. Saya juga mengimbau seluruh cabor tetap solid dan mudah-mudahan dalam waktu dekat Pemkab Berau memberikan kejelasan anggaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepastian anggaran sangat penting agar atlet dan cabor dapat kembali fokus menjalani latihan serta mempersiapkan diri secara maksimal.
“Ini membawa nama baik daerah. Karena itu, kami berharap Pemkab Berau bisa memberikan solusi terbaik agar atlet dan cabor bisa fokus mempersiapkan diri,” pungkasnya. (*)
