BERAU TERKINI – Atlet Berau menghadapi ketidakpastian jelang pelaksanaan Porprov Kaltim 2026.
Porprov Kaltim 2026 tinggal menghitung bulan. Ajang olahraga se-Kaltim itu bakal digelar di Paser pada November 2026 mendatang.
Meski pelaksanaan tinggal hitungan bulan, namun atlet Berau dirundung rasa was-was.
Pasalnya belum ada kepastian soal keberangkatan para atlet untuk berlaga di Porprov Kaltim.

Atlet cabor drum band misalnya, memilih untuk melaksanakan latihan mandiri di tengah keterbatasan anggaran.
Para atlet cabor drum band juga tetap latihan meski belum mendapat kepastian untuk berangkat ke Paser berlaga di Porprov Kaltim 2026.
Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Berau, Marsana, mengatakan, cabor drum band hingga saat ini tetap menjalankan latihan secara mandiri, meski kepastian mengenai anggaran kontingen Porprov Berau belum jelas.
Menurutnya, para atlet sudah menjalani persiapan dan latihan. Namun, mereka kini masih menunggu kepastian apakah Kabupaten Berau akan mengirimkan kontingen ke Porprov Kaltim 2026 di Paser.
“Kami tetap latihan mandiri. Kami berharap Pemda Berau segera memberikan kejelasan terkait anggaran dan keberangkatan kontingen Porprov,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Marsana menilai, ketidakpastian tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap semangat para atlet, yang selama ini telah berlatih dan mempersiapkan diri.
“Kasihan atlet-atlet yang sudah latihan secara mandiri, tapi belum tahu Berau mengirim atau tidak,” katanya.
“Jangan sampai semangat para atlet dicederai karena kurangnya keseriusan pemerintah kita sendiri,” ujarnya.
Upaya KONI Berau
Sebelumnya diberitakan, persiapan menuju ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut, bukan tanpa kendala.
Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian KONI Berau adalah, kepastian anggaran untuk mendukung kebutuhan atlet dan kontingen.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, mengatakan, sebagian besar cabor bahkan harus menggelar training center (TC) secara mandiri untuk mempersiapkan atletnya.
Sejumlah cabor berprestasi tetap mendapatkan dukungan dari Pemkab Berau, untuk mengikuti try out sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov.
Diketahui, sebanyak 48 cabor dari KONI Berau dinyatakan lolos untuk berlaga di Porprov Kaltim 2026 di Paser.
Para atlet dari masing-masing cabor pun terus menjalani latihan intensif, untuk mematangkan persiapan sebelum bertanding.
“Untuk Porprov 2026 ini kami mengusulkan Rp10 miliar. Tapi dari informasi yang kami dapat, anggaran yang tersedia baru sekitar Rp3 miliar,” kata Taupan.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Ia pun meminta anggota DPRD Berau yang juga merupakan bagian dari kepengurusan KONI, untuk ikut mengawal dukungan anggaran bagi kontingen Berau.
“Kami juga minta teman-teman pengurus KONI di DPRD Berau, kami minta kawal juga anggaran untuk Porprov,” ujarnya.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, KONI Berau juga mendorong adanya dukungan dari dunia usaha. Khususnya, untuk kebutuhan akomodasi dan keberangkatan atlet menuju Kabupaten Paser.
Taupan menyebut, Pemkab dan DPRD Berau dapat memfasilitasi komunikasi dengan perusahaan agar turut berkontribusi dalam mendukung keberangkatan kontingen.
Ia berkaca pada pelaksanaan Porprov Kaltim di Kutai Timur beberapa tahun lalu. Saat itu, perusahaan disebut turut membantu sekitar Rp2 miliar, untuk mendukung akomodasi kontingen Berau menuju lokasi pertandingan.
“Yang bisa meminta hal itu ke perusahaan ya Pemkab Berau dan DPRD Berau. Karena ini juga membawa nama daerah,” jelasnya.
Kendati menghadapi keterbatasan, Taupan optimistis semangat para atlet Berau tidak akan surut. Menurutnya, para atlet tetap memiliki motivasi besar untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Berau.
“Kalau dari atlet saya yakin tidak akan patah semangat, meskipun di tengah kondisi seperti ini,” tegasnya.
