BERAU TERKINI – Pemkab Berau kembali menerapkan belajar dari rumah untuk murid sekolah.

Kondisi kualitas udara di Berau masih belum sehat usai dampak kabut asap karhutla.

Setda Pemkab Berau melalui Surat Edaran No. 800/3263/Umpeg-Disdik memutuskan untuk memperpanjang kebijakan belajar dari rumah atau BDR untuk murid sekolah.

Dalam surat edaran itu, Pemkab Berau mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang belum sehat.

“Sehubungan dengan kondisi kualitas udara yang masih fluktuatif/belum stabil, dan berdasarkan data Prakiraan PM 2.5 Kabupaten Berau tanggal 10 September 2026, nilai terakhir 26,6 µg/m³ dengan indikator sedang,” tulis surat edaran.

Aksi bagi-bagi masker di Tanjung Redeb saat kabut asap melanda Berau. (Zuhrie/BT)
Aksi bagi-bagi masker di Tanjung Redeb saat kabut asap melanda Berau. (Zuhrie/BT)

“Sehingga masih dipandang perlu untuk tetap menyesuaikan pertimbangan protokol kesehatan secara ketat bagi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar,” lanjutnya.

Atas dasar itu, perpanjangan kebijakan BDR berlaku hingga tanggal 12 September 2026 mendatang.

“Guna menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan tanpa mengabaikan hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan, ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menggunakan moda Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Belajar Dari Rumah (BDR),” jelasnya.

“Belajar Dari Rumah (BDR) ini berlaku efektif mulai tanggal 11 September sampai dengan 12 September 2026 dan akan dikaji dievaluasi sesuai dengan perkembangan kondisi kualitas udara (ISPU) di Kabupaten Berau,” lanjutnya.