BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengoperasikan peat injector, alat khusus penembak air ke dalam tanah untuk membasahi lahan gambut yang tersebar di wilayah Limunjan, Bebanir Bangun, Sukan Tengah, Segah, hingga Tumbit Melayu.

Sebanyak lima unit alat telah dikerahkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), dengan uji coba perdana selama tiga hari di Sukan Tengah bersama tim terpadu.

Meskipun alat canggih sudah disiagakan, upaya pemadaman di bawah permukaan ini membentur tembok tebal, yakni krisis sumber air akibat kemarau panjang.

Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, menekankan pentingnya pasokan air yang konstan untuk mendinginkan bara api di kedalaman tanah. 

Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi.
Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi.

“Kita sudah coba di Sukan selama tiga hari. Ya harapan kita apa yang kita lakukan ini berhasil,” ungkapnya. 

Namun, ia tak menampik hambatan utama di lapangan. 

“Kita kesulitan mencari sumber air karena kita membasahi terus di bawah permukaan, sehingga perlu ketersediaan air yang kontinu untuk berkelanjutan,” jelasnya.

Kondisi ini diperparah oleh kemarau panjang yang membuat parit mengering dan sumur warga menyusut drastis. 

Wakil Bupati Berau, Gamalis, juga mengeluhkan kendala operasional armada pemadam di lapangan. 

“Ini menyusahkan juga buat mobil pemadam atau mesin yang ada untuk menarik air,” keluhnya. 

Ia mencontohkan pasokan air di Sukan Tengah yang kini sudah tak tersisa. 

“Sudah enggak ada lagi, airnya habis air parit. Itu jadi permasalahan baru juga,” pungkasnya. (*)