BERAU TERKINI — Bagi para pencinta petualangan dan wisata sejarah, Gua Bloyot di kawasan Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, menjadi destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan.

Gua purba ini tidak hanya menyajikan formasi stalaktit yang memukau, tetapi juga menyimpan jejak lukisan cadas berusia ribuan tahun sebagai saksi bisu peradaban masa lalu.

Sebelum memulai petualangan menyusuri keajaiban alam ini, simak rute, estimasi perjalanan, dan aturan penting yang perlu Anda ketahui.

Perjalanan menuju Gua Bloyot bermula dari Kampung Merabu yang menjadi titik kumpul sekaligus pintu masuk utama.

Demi menjaga keamanan dan keselamatan selama perjalanan, setiap wisatawan wajib didampingi oleh pemandu lokal dari warga setempat.

Dari Kampung Merabu, petualangan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalur setapak di tengah hutan tropis yang masih asri.

Tampak dalam Goa Bloyot, Kampung Merabu, Kelay, Berau. (Detik.com)
Tampak dalam Goa Bloyot, Kampung Merabu, Kelay, Berau. (Detik.com)

Jika ingin sampai ke dalam goa, pengunjung dapat melewati treking sepanjang 4 sampai 5 kilometer.

Jarak tersebut biasanya menghabiskan waktu selama dua sampai tiga jam, tergantung pada kondisi fisik dan cuaca.

Sebagian besar jalur berupa tanah rindang yang melewati aliran sungai kecil berudara sejuk.

Jalur dapat menjadi licin dan becek saat musim hujan, sehingga pengunjung disarankan memakai alas kaki anti-slip.

Di sepanjang jalur maupun area gua, tidak tersedia fasilitas pendopo istirahat permanen ataupun warung makan.

Wisatawan sangat disarankan untuk membawa perbekalan air minum dan makanan sendiri dari Kampung Merabu agar perjalanan tetap nyaman.

Area Gua Bloyot merupakan situs alam dan sejarah yang disakralkan serta dilindungi.

Oleh karena itu, seluruh pengunjung diimbau untuk menjaga kesopanan, etika bertutur kata, dan sikap selama berada di lokasi.

Membawa kembali sampah masing-masing guna menjaga kebersihan dan keasrian Goa Bloyot.