BERAU TERKINI – Perumda Air Minum Batiwakkal memastikan pasokan air bersih di Berau aman meski salah satu instalasinya mengalami intrusi air laut.

Instalasi Pengolahan Air atau IPA Gurimbang sempat mengalami kendala yakni intrusi air laut.

Kondisi itu menyebabkan operasional IPA Gurimbang dibatasi semula 24 jam menjadi 12 jam. Namun kini IPA Gurimbang sudah kembali normal dan beroperasi selama 24 jam.

Wabup Berau Gamalis dalam kunjungannya ke IPA Gurimbang menjelaskan instrusi air laut terjadi karena faktor musim kemarau panjang. Dirinya pun berharap hujan turun segera turun utamanya ke wilayah hulu.

“Kita berdoa mudah-mudahan dalam waktu dekat ini hujan bisa terjadi di daerah hulu, sehingganya air asin yang datang dari hilir itu bisa terhalangi dengan hadirnya air-air tawar yang dari hulu,” kata Gamalis.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, menjelaskan penyebab intrusi air laut.

Dia menjelaskan kondisi itu disebabkan oleh kondisi wilayah yang sudah beberapa hari tidak turun hujan, sehingga intrusi air laut cukup jauh masuk ke dalam.

Kondisi paling parah sebabkan air asin di intake Gurimbang hingga 1.700 parts per million (PPM). Untungnya dalam 24 jam terakhir ini sudah bisa dioperasikan dari yang awalnya hanya 12 jam.

“Karena adanya intrusi air laut kita selalu pantau setiap jam, 1 jam sekali, teman-teman selalu ngecek kalau seandainya lebih dari 300 PPM, sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, maka kita hentikan operasional,” jelasnya.

“Alhamdulillah sampai saat ini kita masih bisa mengelola, intinya di intake kita yang di Rinding terutama. Jadi teman-teman selalu pantau. Alhamdulillah setelah beberapa waktu ini terutama dalam 2 hari ini sudah 24 jam kembali,” tuturnya.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat melakukan kunjungan ke IPA Gurimbang, Selasa (1/9/2026). (Prokopim)
Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat melakukan kunjungan ke IPA Gurimbang, Selasa (1/9/2026). (Prokopim)

Sebelumnya diberitakan, Kabag Hubungan Langganan Perumda Air Minum Batiwakkal, Rudy Hartono, mengatakan terkait Instalasi Pengolahan Air (IPA) wilayah perkotaan persediaan air bersih masih tergolong tercukupi.

Namun yang menjadi kekhawatiran adalah IPA Gurimbang dan Suaran yang terimbas air asin pada saat air sedang pasang.

“Alhamdulillah kalau untuk IPA Perkotaan masih tergolong aman,” ungkapnya kepada Berauterkini.

Air asin yang naik ke IPA Gurimbang dan Suaran terjadi karena pada saat air pasang, otomatis intrusi atau perembesan air laut naik.

Oleh karena itu, Perumda harus memberhentikan sementara jalur air saat pasang air laut terjadi.

“Terpaksa di-off kan pada saat pasang air dan jalan lagi saat air surut dan tawar,” katanya.

Menanggapi masalah tersebut, Wabup Berau Gamalis, mengatakan musim kemarau sudah masuk tahap ekstrem, lantaran beberapa tahun yang lalu, IPA yang terdampak hanya IPA Sukan saja.

“Artinya kemarau itu memang betul-betul masif dan ekstrim,” tuturnya.

Menurutnya, jika IPA Gurimbang sampai terdampak maka kemarau sudah masuk tahap parah.

“Dulu itu sampai di Sukan saja yang kemarau beberapa tahun lalu. Kalau sudah Gurimbang ini kan sudah hampir parah,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, mengatakan kemarin sudah dilakukan kegiatan turun lapangan bersama Dewan Pengawas (Dewas).

“Besok Insyaallah kami keluarkan Siaran Pers terkait kunjungan kami bersama Dewas ke beberapa IPA ya,” ujarnya.