BERAU TERKINI – Luasan kawasan perhutanan sosial di Kabupaten Berau yang telah mencapai sekitar 123 ribu hektare dinilai menjadi peluang besar untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan kawasan tersebut dapat diarahkan untuk berbagai kegiatan produktif, khususnya sektor pertanian dan perkebunan, yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Di Berau ini ada sekitar 123 ribu hektare kawasan perhutanan sosial. Ini peluang yang sangat baik karena masyarakat bisa melakukan pemanfaatan,” ujar Wakil Bupati Berau, Gamalis, kepada Berauterkini.
Ia mencontohkan, Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, memiliki potensi kuat di sektor pertanian dan perkebunan.

Pemanfaatan kawasan perhutanan sosial dapat diarahkan untuk pengembangan komoditas unggulan, seperti kakao, padi, maupun tanaman perkebunan lainnya yang sesuai dengan kondisi lahan.
“Kalau di Merasa, misalkan, untuk pertanian dan perkebunan, seperti kakao dan komoditas lainnya. Apalagi Kakao ini tidak bisa ditanam dalam satu hamparan yang luas, tetapi per spot atau per blok tertentu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong masyarakat memanfaatkan skema perhutanan sosial untuk kegiatan produktif yang memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan.
Dengan luas kawasan yang telah mendapatkan akses perhutanan sosial tersebut, Pemkab Berau berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha pertanian, perkebunan, hingga kegiatan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan. (*)
