BERAU TERKINI – Sejumlah acara di Berau ditunda hingga dibatalkan imbas kabut asap karhutla.

Kondisi kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau mulai berdampak pada aktivitas masyarakat Berau.

Bahkan sejumlah acara dan agenda kegiatan turut terdampak dari kondisi kabut asap karhutla.

Terbaru, acara lomba lari bertajuk Bupati Berau Indepedence Run (BBIR) 2026 harus ditunda imbas kabut asap karhutla.

Forkopimcam Teluk Bayur saat membagi masker gratis kepada warga di kawasan Teras Bandara Kalimarau, Rabu (26/8/2026). (Adrikni/BT)
Forkopimcam Teluk Bayur saat membagi masker gratis kepada warga di kawasan Teras Bandara Kalimarau, Rabu (26/8/2026). (Adrikni/BT)

BBIR 2026 Ditunda

Event lomba lari yang sudah berjalan dalam dua tahun terakhir yakni Bupati Berau Independence Run (BBIR) 2026 resmi ditunda.

Pengumuman penundaan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @bbir.2026

Dalam pernyataannya, pihak panitia menyampaikan BBIR 2026 ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penundaan lomba lari ini terjadi imbas kabut asap karhutla yang melanda Berau.

“Dengan mempertimbangkan kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kualitas udara yang saat ini terjadi, Panitia BBIR 2026 dengan berat hati menyampaikan bahwa pelaksanaan Bupati Berau Independence Run 2026 ditunda sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian,” tulis keterangan resmi BBIR.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, melepas 2.400 peserta lari BBIR 2025 yang dimulai dari pintu masuk kantor Bupati Berau, Jalan APT Pranoto, Minggu (24/8/2025). (Adji/BT)
Bupati Berau, Sri Juniarsih, melepas 2.400 peserta lari BBIR 2025 yang dimulai dari pintu masuk kantor Bupati Berau, Jalan APT Pranoto, Minggu (24/8/2025). (Adji/BT)

“Keputusan ini diambil dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan seluruh runners, masyarakat, relawan, panitia, serta seluruh pihak yang terlibat,” jelasnya.

Pihak panitia menyampaikan informasi terbaru mengenai jadwal lomba hingga race pack akan diinformasikan melalui kanal resmi BBIR 2026.

“Untuk informasi terkait jadwal pelaksanaan selanjutnya, race pack dan ketentuan lainnya, akan kami sampaikan melalui kanal komunikasi resmi BBIR 2026,” katanya.

“Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan dukungan seluruh runners. Mari bersama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan,” jelasnya.

Manutung Jukut

Sebelum BBIR 2026, ada acara tahunan dalam rangka HUT Berau yang dibatalkan imbas kabut asap karhutla.

Acara itu adalah Festival Bakar Ikan Irau Manutung Jukut

Bupati Berau, Sri Juniarsih menjelaskan alasan membatalkan acara Manutung Jukut pada Selasa (19/8) lalu.

Sri Juniarsih mengatakan, keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang saat ini cukup panas dan kering, ditambah pengaruh fenomena El Nino.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila kegiatan yang melibatkan pembakaran tetap dilaksanakan.

“Acara Manutung Jukut dibatalkan. Sekarang sudah panas, ditambah api pembakaran akan tambah panas. Saya tidak ingin karena faktor ketidaksengajaan, terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, saat mengikuti festival Manutung Jukut. (IST)
Bupati Berau, Sri Juniarsih, saat mengikuti festival Manutung Jukut. (IST)

Menurutnya, keselamatan dan pencegahan karhutla menjadi pertimbangan utama.

Pemkab Berau tidak ingin mengambil risiko di tengah kondisi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi kebakaran. “Lebih baik dibatalkan,” tegasnya.

Meski demikian, Sri Juniarsih memastikan pembatalan Manutung Jukut tidak berarti rangkaian perayaan HUT Berau berhenti.

Pemkab Berau akan menyiapkan kegiatan pengganti yang lebih aman dan tidak berpotensi memicu kebakaran.

Bupati Berau Sri Juniarsih saat kegiatan Pasar Ikan Murah di PPI Sambaliung, Sabtu (16/5/2026). (Adrikni/BT)
Bupati Berau Sri Juniarsih saat kegiatan Pasar Ikan Murah di PPI Sambaliung, Sabtu (16/5/2026). (Adrikni/BT)

Sementara itu, Dinas Perikanan (Diskan) Berau bakal memindahkan alokasi kegiatan Manuntung Jukut ke program Pasar Ikan Murah yang dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah.

Langkah ini diambil untuk mengalihkan potensi bahaya percikan api terbuka menjadi program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menjelaskan, pihaknya akan menggandeng Dinas Pangan untuk menyuplai berbagai kebutuhan pokok warga, mulai dari beras, telur, hingga gula pasir.

“Nanti kami juga mencari desa yang rentan pangan, itu perlu segera kita dorong untuk kebutuhan,” ungkapnya.

Program pasar murah ini tidak lagi terpusat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung, melainkan bakal menyasar kawasan pedalaman dan wilayah kecamatan yang teridentifikasi rawan pangan berdasarkan hasil koordinasi lintas dinas dan pemerintah kecamatan setempat.

“Kami akan lakukan nanti di daerah pedalaman. Kami cari umpamanya di kecamatan biar nanti kita koordinasi dengan camat,” katanya.

Pasokan ikan segar yang disiapkan diproyeksikan mencapai 12-17 ton, hasil kolaborasi Pemkab Berau bersama partisipasi masyarakat dan sektor swasta.

Selain untuk menekan inflasi dan memenuhi gizi warga, ajang keliling ini dikemas untuk terus menggelorakan kampanye Gemar Makan Ikan sekaligus mendukung penguatan sektor pariwisata bahari daerah.

“Yang paling penting juga yaitu menjadi ikon untuk kunjungan wisatawan dengan adanya kegiatan ini, karena dalam wisata kan pasti ada event-event yang dilakukan. Apa sih yang bisa menarik orang datang ke Berau,” jelasnya.

BDR Diperpanjang

Selain dua acara dan kegiatan di atas, dampak kabut asap karhutla juga berimbas pada diperpanjangnya kebijakan belajar dari rumah (BDR) untuk murid sekolah.

Kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Berau belum berakhir. Dampak karhutla seperti kabut asap masih mengintai masyarakat Berau.

Situasi itu membuat kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil serta lansia rentan terkena penyakit.

Atas dasar itu, Bupati Berau Sri Juniarsih menerbitkan Surat Edaran No. 612 tahun 2026 tentang Perpanjangan Kesiapsiagaan terhadap Siaga Darurat Karhutla di Kabupaten Berau pada tahun 2026.

Dalam surat edaran itu, masa waktu belajar dari rumah yang sebelumnya berlaku pada 24-26 Agustus 2026 diperpanjang hingga 27-29 Agustus 2026.

Siswa dan guru SDN 11 Tanjung Redeb mengenakan masker saat berada di sekolah dampak kabut asap karhutla yang terjadi di Berau. (AIDIL/BT)
Siswa dan guru SDN 11 Tanjung Redeb mengenakan masker saat berada di sekolah dampak kabut asap karhutla yang terjadi di Berau. (AIDIL/BT)

“Kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi anak sekolah diperpanjang mulai tanggal 27-29 Agustus 2026,” tulis surat edaran.

Surat edaran itu turut memberikan imbauan kepada masyarakat Berau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta mencegah terjadinya karhutla.

“Agar masyarakat melakukan penerapan protokol kesehatan. Mengurangi aktifitas luar ruangan untuk menghindari heatstroke dan dampak asap Karhutla,” tulisnya.

“Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala sakit, menghindari aktifitas yang memicu timbulnya sumber api yang berisiko,” lanjutnya.